Jateng Valley Akan Berdampak Positif Bagi Ekonomi Masyarakat

oleh -5 views

Semarang, Gatra.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap pembangunan Jateng Valley akan memberikan dampak bagi masyarakat Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Ganjar Pranowo usai melakukan peletakan batu pertama tanda mulainya pembangunan Jateng Valley pada Sabtu, (15 /8).

Jateng Valley di bangun di kawasan Wana Wisata Penggaron, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah di lahan seluas 372,88 hektare. Menurut Ganjar, dengan adanya destinasi wisata dengan konsep futuristik, maka akan berdampak terhadap masyarakat. Tidak hanya di wilayah Semarang, dampaknya akan ke seluruh masyarakat Jawa Tengah yang membuat ekonomi bisa bergeliat.

“Dengan konsep desain futuristik, mengawinkan dengan unsur alam, Konsep teknologi dan alam jadi sat nantinya akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung,” kata Ganjar Pranowo.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bappeda) Jateng Dr Prasetyo Aribowo SH MSoc SC, menuturkan, gagasan awal Jateng Valley adalah ikhtiar untuk menciptakan man made resources (wisata buatan manusia) yang berkelas dunia agar mampu menjaring turis asing berlama-lama di Jateng.

Menurut Prasetyo, pembangunan destinasi wisata ini sudah masuk dalam program Pemprov Jateng yang direncanakan dalam RJPMD tahun 2018-2023.

”Kendala utama pariwisata kita adalah long of stay atau lama tinggal wisatawan di Jateng yang tergolong rendah. Tujuan lain, menambah destinasi wisata baru agar mereka tak hanya mengenal Candi Borobudur,” kata Prasetyo kepada Gatra.com, Rabu (19/8)

Dia menjelaskan, bahwa tiap tahun ada 20 -25 kapal pesiar dari berbagai negara yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sayangnya, kata Prasetyo, dari seluruh penumpang kapal, hanya 20 persen yang turun berwisata di Jateng, sisanya tetap tinggal di kapal.

“Jateng Valley diharapkan menjadi oase bagi pelancong yang haus akan wisata futuristik namun berwawasan lingkungan dan konservasi alam (ecotourism),” kata mantan kadinas kebudayaan dan pariwisata Jateng itu di Semarang.

Baca juga: Jateng Valley, akan Jadi Obyek Wisata Terbesar se-ASEAN

Prasetyo menjelaskan sesuai master plan yang dirancang Budi Faizal (lima besar perancang Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan), disana akan ada hologram yang menceritakan potensi-potensi Jateng, replika kapal Nabi Nuh, skywalk dan wahana lain dengan konsep energi baru terbarukan.

”Kita optimistis Jateng Valley akan membuat turis lama tinggal di Jateng. Karena long of stay akan mendorong layanan akomodasi, jasa transportasi, kuliner dan cendera mata,” katanya,

Ia menjelaskan, Jateng Valley didukung dengan Peraturan Presiden nomor 79 tahun 2019 sebagai objek strategis setara dengan Proyek Strategis Nasional. Prasetyo optimis, Jateng Valley bisa mengantongi Green Certificate untuk menjadi destinasi yang ramah lingkungan sekaligus menarik wisatawan mancanegara.

“Dua pertiga wisatawan mancanegara cenderung berkunjung ke destinasi wisata yang memiliki Green Certificate,” ucapnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT TWJ Prijo Handoko bertekad menjadikan Jateng Valley sebagai destinasi wisata utama di Jawa Tengah. “Kami juga bertekad menjadikan kawasan ini berskala internasional dengan mendapatkan green certificate, yakni sertifikasi untuk mengelola kawasan berwawasan lingkungan,” kata Prijo

Untuk merealisasikan pembangunan ini, kata Prijo pihaknya memproyeksikan anggaran sekitar Rp2 triliun dengan penyelesaian proyek akan berlangsung sekitar dua hingga empat tahun.

“Nantinya di sini akan dibangun destinasi wisata yang lengkap, seperti resort, hotel, taman bermain, taman edukasi, mice, outbond, science centre dan banyak lagi destinasi lain. Intinya, tidak hanya menawarkan hiburan, tapi juga edukasi,” kata Priyo

Pembangunan Jateng Valley, lanjut Priyo, akan berlangsung bertahap multiyears. Dirinya juga mengklaim, bahwa Jateng Valley akan menjadi obyek wisata terbesar se-Asia Tenggara.

“Dengan luas yang hampir 400 hektare, ini akan menjadi obyek wisata terbesar se Asia Tenggara,” ucapnya.

Nantinya kata Prijo Jateng Valley terbagi menjadi lima zona, yaitu Theme Park, Cultural Park, Eco Safari Park, Water Park, dan Zona Outdoor Activity.

“Kami berharap Jateng Valley memberikan multiplayer effect melalui serapan tenaga kerja dan mendukung perekonomian masyarakat sekitar,” kata Prijo.

Reporter: Moch Umar Dani


Editor: Budi Arista


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *