IKA UB Gelar Halal Bihalal Virtual Bersama Menkopolhukam RI Mahfud MD

oleh -194 views

TIMESJATIM, JAKARTA – Di tengah pandemi covid-19, Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) gelar Halal Bihalal virtual pada Sabtu (6/6/2020). Mengusung tema ‘Pandemi Silaturahmi dan Kohesi (Sosial)’ IKA UB juga turut mengundang Menkopolhukam RI, Mahfud MD sebagai penyampai tausyiah.

Pada halal bihalal dengan menggunakan aplikasi Zoom itu diikuti lebih dari 180 lebih alumni IKA UB di seluruh Indonesia.

Rektor UB, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani melalui Halal Bihalal virtual tersebut menyampaikan bahwa para alumni UB harus memiliki ikatan yang kuat dengan Universitas Brawijaya. Hal tersebut diharapkan mampu menjalin kerjasama untuk sama-sama memajukan kampus.

Halal-Bihalal-Virtual-2.jpg

Ia mengaku cukup senang dengan kegatan ini, di mana alumni UB kiprahnya luar biasa di seluruh nusantara ini, bahkan di dunia internasional.

“Saya berharap kedepannya alumni universitas brawijaya semakin berperstasi dan jangan lupa koordinasi dengan UB kenapa penting karena sekarang universitas yang maju itu ikatan alumni dengan universitasnya sangat kuat,” ucap Nuhfil.

Dalam halal bihala tersebut Mahfud MD menyampaikan bahwa Halal Bihalal merupakan produk budaya Islam, bukan ajaran primer Islam. Ajaran primer islam yakni Al-Quran dan As-sunah, tidak ada ajaran halal bihalal. Bahkan budaya Halal Bihalal hanya ada di kawasan Asia saja yakni Malaysia, Brunai dan Indonesia.

Ia menuturkan bahwa awal mula sejarah Silatuharim lahir yakni dari budaya cantrik atau pecantrikan atau pesanten di jawa. Sunan yang memulai budaya tersebut yakni Sunan Bonang. 

Sebagai produk budaya Islam, Mahfud MD menyebut halal bihalal, kalau dikaitkan dengan hukum lima dalam islam, maka halal bihalal ini hukumnya sunnah berpahala.

“Karena ada dalil, adat istiadat sesuai dengan sifatnya, kalau sifatnya baik maka hukumnya baik, kalau jelek maka hukumnya baik. Karena halal bihalal seperti yang kita lakukan itu adalah silatuhrahim nah silatuhrahim itu ada ajaran islam, sebagai perintah,” tutur Mahfud.

Menurutnya orang yang tidak bersilatuhrahmi itu tidak punya jaringan. Seseorang apabila mempunya jaringan yang luas maka informasi pekerjaan akan semakin mudah.

“Orang yang bangkrut itu zakatnya baiik, sholatnya baik tapi tanpa sempat minta maaf sebelum ia meninggal kepada orang lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama IKA UB peduli Covid-19 juga menyampaikan hasil donasi yang dikumpulkan untuk membantu tenaga medis dan masyarakat yang terdampak Covid-19. Ketua gugus tugas penanganan Covid-19 IKA UB Eric Hermawan Sakti menyampaikan bahwa IKA UB berhasil mengumpulkan Rp 843.839.480.

“Yang sudah kami lakukan mendistribusikan APD di 18 Puskesmas di Kota Malang, 12 Rumah Sakit di Kota Malang, Kabupaten Malang, Blitar, Wlingi, Cilacap, Bangil, Pamekasan, Kota Batu dan Tuban. 1300 paket sembako dan beasiswa bagi mahasiswa UB yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Meski hanya dilakukan secara online, Halal Bihalal virtual IKA UB bersama Menkopolhukam RI, Mahfud MD ini juga mengadakan games secara online dengan menjawab pertanyan seputar IKA UB dan Universitas Brawijaya. Pemenangnya pun akan mendapatkan merchandise UB. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *