Hotel Grand Edge Kembali Buka Terapkan New Normal

oleh -175 views

CANDISARI, AYOSEMARANG.COM– Hotel Grand Edge kembali buka dengan menerapkan protokol kesehatan di era new normal, Selasa (9/6/2020). Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu membuka secara simbolis penerapan new normal operasional Hotel Grand EDGE setelah dua bulan tutup akibat pandemi Covid-19.

Wakil Wali Kota tersebut didampingi Komisaris Kekancan Mukti Grup Andri Rahardja , Heru Isnawan dari PHRI Jateng, Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Indriyasari dan jajaran management Grand EDGE Hotel.

Dalam simulasi penerapan New Normal, Mbak Ita sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang memimpin langsung rule yang dijalankan, mulai dari tamu masuk, reservasi, masuk lift sampai di kamar hotel.

Selain itu, pengaturan meja dan kursi di restoran dan ruang meeting pun menjadi perhatian orang nomor dua di Pemkot Semarang itu.

“Prinsipnya kami sangat mengapresiasi langkah Grand EDGE yang memulai operasi dengan pola New Normal dan penerapan Standar Protokol Kesehatan yang ditetapkan,” ujarnya, Selasa (9/6/2020).

Dengan beroperasinya kembali Hotel Grand EDGE menggunakan pola New Normal dan SOP kesehatan yang ketat, Mbak Ita berharap hotel-hotel lainnya bisa mengikutinya.

“Dengan pola new normal, kami harapkan hotel-hotel yang lain bisa mengikuti apa yang telah dilaksanakan oleh Grand EDGE,” tambahnya.

Lebih lanjut Mbak Ita menyatakan, meski telah diperbolehkan membuka operasional, management harus patuh dengan ketentuan protokol kesehatan. Salah satunya pembatasan jumlah tamu maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan termasuk di ruang meeting maupun restorannya.

“Dari simulasi yang dijalankan di Grand EDGE, semuanya sudah sesuai dengan SOP Kesehatan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Ia menyatakan, hingga saat ini pihaknya masih menggodok pola new normal untuk sektor pariwisata yang lain seperti karaoke, spa dan obyek wisata sebelum dibuka.

“Tapi pembukaan sektor-sektor itu tergantung dari kedisiplinan masyarakat, kalau penderita Covid-19 semakin turun, maka kemungkinan besar akan dibuka dengan pola new normal dan penerapan SOP kesehatan yang ketat,” ujarnya lagi.

Pihaknya masih terus berupaya untuk mengeliatkan sektor-sektor yang sudah diperbolehkan membuka operasional. Sebab, badai Covid-19  berimbas kepada semua sektor termasuk PAD Pemkot Semarang.

Andhina Anggun,  Corporate Hotel Manager Kekancan Mukti menyebutkan, penerapan new normal dan SOP kesehatan secara ketat tidak hanya di Hotel Grand EDGE.

“Penerapan new normal dengan SOP kesehatan kita terapkan di semua hotel grup Kekancan Mukti seperti Hotel Radja, GriyaAyem, 21 Residentie dan Rumah Mertua Heritage Jogja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, l Indriyasari menambahkan, saat ini pihaknya tengah berusaha menggeliatkan sektor pariwisata secara bertahap.

Ia mengatakan, hingga saat ini masih menggogok inovasi-inovasi untuk menerapkan new normal di sektor perhotelan, tempat hiburan, tempat pariwisata, restoran, kafe dan lainnya.

“Meski beberapa sektor pariwisata sudah boleh beroperasi, kita tidak bisa tergesa-gesa, tapi harus dilakukan secara bertahap dan tetap harus dengan SOP kesehatan yang ketat,” tandasnya.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *