Hendak ke Pangandaran Lewat Jalur Tikus, Wisawatan Ini Malah Kabur

oleh -22 views

Hendak ke Pangandaran Lewat Jalur Tikus, Wisawatan Ini Malah Kabur
Petugas Dinas Pariwisata Pangandaran dan Satgas Jaga Lembur, mencegat wisatawan yang masuk lewat jalur tikus Rabu (15/7/2020).Foto:Entang/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Dua pengendara sepeda motor yang hendak masuk ke objek wisata Pangandaran lewat jalur tikus, dihentikan petugas Dinas Pariwisata Pangandaran dan Satgas Jaga Lembur, Rabu (15/7/2020).

Diketahui, dua pengendara tersebut merupakan wisatawan yang hendak masuk ke Pantai Pangandaran.

Sayangnya, kedua pengendara tersebut malah masuk lewat jalur tikus. Saat ditanyai petugas, keduanya mengaku hendak berlibur ke Pantai Pangandaran.

“Katanya mereka dari Cilacap, Jawa Tengah,” ujar Ade Entik, koordinator satgas Jaga Lembur.

Namun kata dia, ketika petugas meminta surat keterangan sehat berupa hasil rapid test, kedua wisatawan tersebut tak bisa menunjukan surat sehatnya.

“Kenapa dimintai surat keterangan sehat dan hasil rapid tes, karena wisawatan tersebut berasal dari luar Jawa Barat, kita terapkan aturan protokol kesehatan ini,” ungkapnya.

Kemudian oleh petugas, kedua wisatawan tersebut disuruh ke Labkesda Pangandaran dulu untuk di cek kesehatan berupa rapid tes, sebagai salah satu syarat masuk ke lokasi wisata Pangandaran.

“Namun mereka gak balik lagi, sepertinya memilih pulang,” katanya.

Jalur Tikus Pangandaran Dijaga Ketat Petugas

Lanjut Entik, saat ini jalur masuk ke Pantai Pangandaran dipetketat. Semua jalur masuk termasuk jalur tikus, dijaga ketat petugas Dinas Pariwisata dan Satgas Jaga Lembur Pangandaran.

“Kami ini melaksanakan intruksi pimpinan, yakni Pak Bupati Pangandaran. Walau obyek wisata di buka dan boleh dikunjungi, namun wisatawan dari luar Jawa Barat harus menunjukan surat sehat rapid test,” jelas Entik.

Sementara itu, pantauan HR Online, sejumlah lokasi obyek wisata yang ada di kabupaten Pangandaran saat ini tetap dibuka untuk umum.

Dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, objek wisata di Pangandaran tetap menjalankan protokol kesehatan.

Sementara itu, ketika diwawancara, wisatawan asal Cilacap Suroto mengaku dirinya sama sekali tidak tau aturan protokol kesehatan yang diterapkan di kabupaten Pangandaran, khususnya bagi yang mau masuk ke lokasi wisata.

Ia tak tahu jika warga luar Jawa Barat yang ingin masuk ke Pangandaran mesti membawa surat keterangan sehat dan rapid test.

Ia pun memilih balik kanan, karena jika harus melakukan rapid tets di Pangandaran, tak ada biayanya.

“Uang yang saya bawa pas-pasan, gak ada untuk rapid test, jadi saya mending pulang saja,” pungkasnya. (Entang/R8/HR Online)

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *