Hari Pertama Pembukaan Objek Wisata Pantai Pangandaran, Wisatawan Bayar Biaya Rapid Test Rp 200.000

oleh -170 views

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Setelah ditutup total untuk kunjungan wisatawan sejak Kamis (19/3/2020), tiga bulan lalu, seluruh objek wisata di Kabupaten Pangandaran dibuka kembali untuk umum Jumat (5/6/2020). Pembukaan seluruh objek wisata tersebut bersamaan dengan hari pertama penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Pangandaran.

Tidak hanya Pantai Pangandaran, tapi seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan. Tapi Pemkab Pangandaran memberlakukan persyratan ketat bagi wisatawan yang boleh masuk ke objek wisata di Pangandaran.

Untuk tahap awal, Pangandaran hanya bisa dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari Jawa Barat. Sedangkan wisatawan asal luar Jabar belum bisa.

Bagi wisatawan asal Jabar itu pun harus membawa surat keterangan sehat dan surat bukti hasil rapid test. Hanya wisatawan dengan hasil rapid test negatif yang boleh masuk objek wisata di Pangandaran.

Pemkab Cianjur Bebaskan Pajak PBB 400 Ribu Lebih Warga Miskin, Ringankan Beban saat Pandemi Covid-19

“Bagi wisatawan yang belum atau lupa membawa surat keterangan hasil rapid test sebenarnya mengikuti rapid test di cek point pintu akses masuk perbatasan Pangandaran. Ada tiga titik cek point yang menyediakan layanan rapid test,” ujar Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada Tribun Jumat (5/6).

Pada hari pertama pembukaan objek wisata di Pangandaran, Jumat (5/6) menurut Bupati Jeje, Dinkes Pangandaran sudah menyiapkan 2.000 pcs paket rapid test. Yang disebar di tiga titik cek  point (pos pemeriksaan kesehatan akses perbatasan), Yakni di posko perbatasan Pangandaran-Ciamis di Padaherang, posko Kalipucang (perbatasan dengan Cilacap Jateng) dan posko Kertamukti Cimerak (perbatasan dengan Tasikmalaya).

“Di tiga cek point itu sudah disiapkan 2.000 rapid test. Wisatawan yang mau rapid test bayar Rp 200.000. Mungkin karena belum banyak yang tahu, jadi 2.000 pcs  rapid test tersebut belum banyak terpakai,” katanya.

Dengan adanya persyaratan surat bukti hasil rapid test, atau hasil rapid test di cek point tersebut menurut Bupati Jeje, wisatawan yang lolos bisa masuk objek wisata Pangandaran tidak beresiko secara kesehatan dan tidak berpotensi menularkan virus Covid-19.

VIDEO Bakti Sosial Polres Cimahi, Panen Sayur dan Ikan Lele di Halaman Mapolsek Cisarua

Dengan mulai  dibuka objek wisata di Pangandaran, Jumat (5/6) diharapkan  ekonomi masyarakat  di tengah pandemic Covid -19 kembali berdenyut, utamanya tentunya ekonomi pengelola dan pelaku usaha wisata.

Setelah  kembali dibuka mulai Jumat (5/6) yang kemudian berlanjut dengan libur akhir pe-kan, menurut Bupati Jeje, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pangandaran  akan melakukan evaluasi menyeluruh sepekan pertama pembukaan kembali objek wisata di Pangandaran  tersebut. “Evaluasi akan dilakukan mulai Selasa (9/6) sampai Kamis (11/6). Mungkin ada kebijakan atau secara teknis harus diperbaiki,” ujar Bupati Jeje.

Evaluasi menyeluruh juga disertai dengan pemeriksaan kesehatan terhadap orang-orang yang berintegrasi dekat dengan wisatawan selama dibukanya kembali objek wisata. Termasuk Pantai Pangandaran, misalnya petugas hotel, penginapan, restorant, penjual oleh-oleh, penjaga pantai, pengelola perahu pesiar, pedagang makanan dan minuman dan elemen lainnya yang mungkin berinteraksi dekat dengan wisatawan.

Pengecekan kesehatan tersebut dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya penularan Covid-19 akibat kunjungan wisatawan. Dan test yang akan dilakukan menurut Bupati Jeje tidak dengan rapid test atau swab test.

“Melainkan dengan TCM (test cepat molekuler). Dalam waktu 1 sampai 2 jam hasilnya sudah bisa diketahui. Sementara kalau pakai Swab test, hasilnya paling cepat seminggu baru diketahui karena menunggu hasil lab dulu. Tapi dengan TCM, dua jam sudah bisa diketahui hasilnya. Bisa segera diketahui ada potensi penularan nggak dari kunjungan wisatawan,” katanya

Viral, 100 Orang Bersenjata Tajam Satroni Rumah Sakit di Makassar Bawa Kabur Jenazah PDP Corona



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *