Gula Semut Indonesia Semakin Diminati Luar Negeri

oleh -23 views

Gula semut (gula kelapa) dari berbagai daerah di Indonesia, sangat diminati berbagai negara. Paling tidak, gula dari bahan dasar kelapa telah rutin diekspor sejak tahun 2015 hingga kini. Salah satu daerah yang menjadi eksportir adalah Cilacap, Jawa Tengah.

Berdasarkan data Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap, ekspor gula kelapa pada tahun 2015 sebanyak 87 ton, tahun 2016 sebanyak 237 ton, tahun 2017 sebanyak 649 ton, tahun 2018 sebanyak 580 ton, tahun 2019 sebanyak 744 ton, dan pada tahun 2020 sejak 1 Januari hingga 13 Juni sebanyak 471 ton.

Data menunjukkan ekspor gula kelapa atau gula semut mengalami peningkatan volume dari tahun 2015 sampai dengan 2017 sebanyak 646 persen, sedangkan tahun 2018 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017 sebanyak minus 10 persen. Akan tetapi pada tahun 2019, mengalami peningkatan kembali sebanyak 28 persen.

Baca Juga:


“Volume ekspor gula kelapa masih dapat bertambah lagi hingga akhir tahun 2020 karena kebutuhan gula kelapa luar negeri terus bertambah,” ujar Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil dalam keteranganya, Selasa 16 Juni 2020.

Ia mengatakan ekspor produk pertanian dari Kabupaten Cilacap yang disertifikasl oleh Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap meningkat dari tahun ke tahun. Dengan komoditas yang diekspor berupa gula kelapa, daun ketapang, kayu albasia, sarang burung walet, dan lain-lain. Komoditas ini sebagian besar diekspor ke negara-negara Asia, Eropa, dan Amerika,” katanya.

Berdasarkan data ekspor gula kelapa/gula semut Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap periode bulan Januari-Juni 2020 menunjukan peningkatan frekuensi sebanyak 20 persen, peningkatan volume sebanyak 71 persen, peningkatan nilai sebesar 82 persen. Paling tidak, frekuensi ekspor gula kelapa/gula semut pada periode Januari-13 Juni 2020 sebanyak 36 kali, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 30 kali.

enteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) usai melepas ekspor 25 ton gula semut asal Cilacap dengan tujuan Brasil di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (12/6/2020) sore. ANTARA/Sumarwoto
enteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) usai melepas ekspor 25 ton gula semut asal Cilacap dengan tujuan Brasil di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (12/6/2020) sore. ANTARA/SumarwotoCaption

Sementara dari sisi volume, pada periode Januari-13 Juni 2020 sebanyak 470.615 kilogram, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 275.316 kilogram. Total nilai ekspor gula kelapa/gula semut pada periode Januari-13 Juni 2020 mencapai Rp16.231.094.484, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp8.958.174.789.

“Ini menunjukkan gula merah (gula kelapa) Indonesia semakin diminati di pasar luar negeri. Amerika, Belanda dan Inggris merupakan negara-negara tujuan ekspor dengan frekuensi tertinggi untuk komoditas gula kelapa. Saya optimistis bahwa ekspor komoditas pertanian dari Kabupaten Cilacap akan terus meningkat,” katanya.

Baca Juga:




Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *