Grojogan Sewu Dibuka, BKSDA Jateng Berharap Tak Muncul Klaster Corona

oleh -32 views

Semarang, IDN Times – Setelah obyek wisata Grojogan Sewu di Kabupaten Karanganyar dibuka untuk umum, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar langsung meninjau kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) di lokasi tersebut, pada Sabtu (11/7/2020).

Didampingi sejumlah jajaran KLHK seperti Direktur Jenderal KSDAE Bapak Ir. Wiratno, dan Direktur PJLHK Bapak Dr. Nandang Prihadi, Menteri Siti Nurbaya mengatakan sejumlah fungsi yang ada di Grojogan Sewu harus terjaga dengan baik.

1. Menteri LHK minta pengelola Grojogan Sewu jaga kebutuhan air

Grojogan Sewu Dibuka, BKSDA Jateng Berharap Tak Muncul Klaster CoronaMenteri Siti Nurbaya Bakar saat meninjau Grojogan Sewu. Dok Humas BKSDA Jateng

Siti mengungkapkan obyek wisata Grojogan Sewu mempunyai manfaat menjaga keanekaragaman hayati tumbuhan dan satwa liar di lereng Gunung Lawu.

“Kedua juga bisa menjaga suplai kebutuhan air bagi masyarakat Tawangmangu dan sekitarnya. Lalu tentunya berfungsi estetis sebagai tempat wisata bagi masyarakat yang menggerakkan ekonomi di Tawangmangu,” tutur Siti dalam keterangan yang didapat IDN Times, Minggu (12/7/2020).

Baca Juga: Pengunjung Grojogan Sewu Bakal Dibatasi, Hanya 180 Orang

2. Menteri LHK lakukan reaktivasi pada Grojogan Sewu

Grojogan Sewu Dibuka, BKSDA Jateng Berharap Tak Muncul Klaster CoronaMenteri Siti Nurbaya Bakar menanam cemara lilin di Grojogan Sewu. Dok humas BKSDA Jateng

Siti menekankan jika kedatangannya menandakan telah dilakukan reaktivasi pada Grojogan Sewu sebagai salah satu taman wisata alam yang beroperasi di Indonesia.

Pembukaan kembali wisata alam ini menindaklanjuti keputusan Menteri LHK Nomor SK.261/MENLHK/KSDAE/KSA.0/6/2020 tanggal 23 Juni 2020 dan surat edaran dirjen KSDAE nomor SE.9/KSDAE/PJLHK/KSA.3/6/2020 tanggal 23 Juni 2020 tentang pelaksanaan reaktivasi bertahap di kawasan taman nasional, taman wisata alam dan suaka margasatwa masa normal baru atau new normal.

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

3. Taman Taru Jurug di Solo juga sudah dibuka

Grojogan Sewu Dibuka, BKSDA Jateng Berharap Tak Muncul Klaster CoronaDok. Humas Pemkot Solo

Terpisah, Kepala BKSDA Jateng, Darmanto menjelaskan selain Grojogan Sewu, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo kini juga telah dibuka. Pihaknya mendapat surat rekomendasi dari Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.

“Yang sudah buka satu lembaga konservasi (LK) di Solo yaitu Taman Taru Jurug. Yang lainnya belum. Delapan LK lainnya masih mempersiapkan protokol dan standar prosedurnya. Termasuk tahapan penyediaan pangan sarprasnya,” paparnya.

Pihaknya saat ini harus memastikan segala persiapan harus dilakukan dengan ekstra ketat. Saat ini harus ada peningkatan pengamanan pengunjung dan pengelolaan satwa.

4. Kepala BKSDA Jateng berharap tak muncul klaster virus corona di bonbin

Grojogan Sewu Dibuka, BKSDA Jateng Berharap Tak Muncul Klaster CoronaSeorang anak melihat koleksi satwa di kebun binatang Ragunan. IDN Times/Dini Suciatiningrum

Terdapat beberapa pengelola bonbin lainnya yang baru berkoodinasi dengan BKSDA Jateng terkait pembukaan saat masa normal baru.

“Baru koordinasi dan konsultasi. Jangan sampai ada kasus baru klaster di bonbin. Yang boleh dibuka hanya yang zona hijau dan kuning. Yang delapan LK lainnya masih dikaji,” tegasnya.

Sejumlah pengelola bonbin saat ini mengakali minimnya sumber pendapatan dengan melakukan beberapa trik. Salah satunya biaya pembangunan infrastruktur di dalam bonbin dialihkan untuk dana pakan satwa.

“Jadi, biaya kandang, pembangunan jalan dan jembatan dialihkan dulu untuk biaya stok pakan. Kita stop dulu pembangunan ruang rapat. Kita juga dapat bantuan dari relawan dan penyayang hewan. Makanya untuk sekarang biaya pakan satwa di bonbin aman semua,” ujar Darmanto.

Baca Juga: Menteri LHK Harap Sekolah Adiwiyata Hasilkan Generasi Berbudaya Lingkungan



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *