Genjot Wisata Desa, Disporapar Kendal Ada Inovasi dan Kreatifitas Pengelola

oleh -1 views

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL – Sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi di Indonesia, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal kini fokus menggenjot potensi wisata di desa. Pihaknya ingin sumber daya manusia (SDM) yang ada ditingkatkan guna menggali lebih banyak inovasi dan kreatifitas yang ada.

Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kendal, Kardiyantomo mengatakan, dorongan tersebut satu di antaranya melalui pelatihan pengelolaan wisata agar meningkatkan daya jual di mata masyarakat.

Katanya, terdapat 40 pengelola wisata dari 15 destinasi wisata pedesaan di Kendal yang berpotensi menjadi daya tarik para wisatawan. Terlebih kekayaan alam Kabupaten yang dikenal dengan Kendal Permata Pantura melimpah, khususnya pada bidang pariwisata seperti pegunungan dan pantai, perkebunan maupun persawahan.

Ia berharap dorongan tersebut dapat memompa semangat para pengelola tempat wisata agar bisa mengembangkan sesuai potensi yang dimiliki.

“Kita harap Kendal nantinya sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Jateng setelah Borobudur. Makanya pemilik dan pengelola wisata ini sedang kami dorong untuk bersama-sama memajukan wisata di Kendal,” tuturya di Kendal, Selasa (18/8/2020).

Selain daya tarik masing-masing tempat wisata, Kardiyantomo mengingatkan pentingnya sikap ramah para pengelola kepada wisatawan yang ada. Hal tersebut guna menunjang nilai pariwisata dalam pandangan masyarakat.

“Jika dimaksimalkan, bisa mengangkat ekonomi masyarakat sekitar.

Kepala Seksi SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar Kendal, M Sugeng Slamet menambahkan, melalui pelatihan teknis, pengelola wisata diberikan pelatihan dasar-dasar manajemen kepariwisataan. Seperti tips dan trik untuk menarik pengunjung, membuat wahana, hingga menyiapkan oleh-oleh khas Kendal.

Katanya, sudah banyak wisata yang dikelola masyarakat mulai tumbuh. Seperti halnya, Pantai Sendang Asih, Tubing di Desa Blimbing, Pantai Ngebum, Pantai Cahaya, hingga Agro Wisata di Desa Sidomakmur.

“Namun banyak yang mengatakan terkendala pada mekanisme pengelolaan, terutama dalam hal promosi dan pemasaran,” ujarnya.

Katanya, terdapat tiga kunci pengelolaan wisata agar lebih berkembang dan maju. Yakni to see (tehnik untuk mendatangkan wisatawan), to do (mengemas wisata dan wahananya) dan to bye (menyiapkan oleh-oleh khas dari wisata tersebut).

“Ini yang sedang kami siapkan agar mereka sadar, jika wisata itu tidak menarik saja, tapi bisa berkesan di hati pengunjung,” tambahnya. (*)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *