Gelombang Tinggi di Cilacap, Banyak Nelayan Tak Melaut

oleh -232 views

  • Senin, 8 Juni 2020 | 12:12 WIB
  • Penulis:

CILACAP, suaramerdeka.comGelombang tinggi yang terjadi di perairan maupun Samudera Hindia selatan Jawa, berdampak pada aktivitas nelayan di Cilacap. Banyak dari mereka yang tidak melaut, karena mempertimbangkan faktor keselamatan.

Ketua Kelompok Nelayan Pandanarang, Cilacap, Tarmuji mengatakan, cuaca buruk yang terjadi belakangan ini tidak mendukung aktivitas nelayan. Karena itu, banyak dari mereka yang kemudian tidak melaut, dalam beberapa hari terakhir ini. “Cuaca kurang mendukung, jadinya banyak nelayan di sini yang kemudian tidak melaut,” kata Tarmuji..

Pilihan nelayan itu, tidak terlepas dari imbauan yang sudah disampaikan pihaknya. “Kami di Kelompok Nelayan Pandanarang sudah mengimbau untuk lebih hati-hati terkait gelombang tinggi. Sudah kami arahkan untuk hati-hati,” kata dia.

Pihaknya juga mendorong kepada nelayan untuk aktif menyimak prakiraan cuaca harian dari  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Termasuk di dalamnya, melihat perkembangan kondisi di lapangan. “Kebetulan kami juga masuk di grup (WhatsApp) BMKG Cilacap. Jadi setiap ada perkembangan informasi mengenai cuaca bisa langsung tahu, untuk diinformasikan lagi kepada anggota. Dan nelayan pun sangat tanggap akan prakiraan itu,” kata dia.

Baca juga: Gelombang Perairan Selatan Cilacap Berpotensi Capai 4 Meter

Disampaikan, bahwa ikan menjadi sumber pendapatan bagi para nelayan. Namun demikian, di luar itu faktor keselamatan tetap diutamakan. “Memang (melaut) itu menjadi suatu kebutuhan, tapi faktor keselamatan kita utamakan,” kata dia.

Sebelumnya, BMKG mengingatkan kepada warga yang beraktivitas di sekitaran maritim selatan Jawa, termasuk perairan selatan Cilacap untuk mewaspadai terhadap potensi gelombang tinggi. Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Cilacap, Rendi Krisnawan mengatakan, sejauh ini potensi gelombang tinggi masih terjadi di wilayah perairan dan Samudera Hindia selatan Jawa.

Itu meliputi perairan dan Samudera Hindia selatan Jawa Barat, selatan Jawa Tengah dan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Untuk perairan selatan wilayah tersebut, lanjut dia potensi tinggi gelombang maksimum mencapai 2,5 hingga empat meter. Lalu untuk wilayah Samudera Hindia selatan Jabar, Jateng dan DIY, potensi tinggi gelombang maksimum berkisar antara empat hingga enam meter.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *