Enam Obwis di Banyumas Masih Tutup – Cendana News

oleh -14 views

PURWOKERTO – Enam objek wisata yang dikelola Pemkab Banyumas, hingga hari ini belum dibuka kembali. Mengingat pembukaan objek wisata tersebut harus dilengkapi dengan peraturan bupati (Perbup) yang mengatur tentang pengoperasian objek wisata di tengah pandemi.

“Perbup sudah diajukan ke gubernur Jawa Tengah, dan sekarang kita sedang menunggu koreksi dari provinsi. Karena untuk pembukaan objek wisata yang dikelola pemkab harus dilengkapi perbup,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, Minggu (19/7/2020).

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, di Purwokerto, Minggu (19/7/2020). -Dok: CDN

Enam objek wisata yang dikelola Pemkab Banyumas dan belum dibuka kembali, yaitu Lokawisata Baturaden, Taman Rekreasi Andhang Pangrenan (TRAP), Balai Kemambang, Pemandian Tirta Husada Kalibacin Kecamatan Rawalo, Museum Wayang di Kecamatan Banyumas dan Museum Pangsa Soedirman di Purwokerto.

Lebih lanjut Asis menjelaskan, untuk sarana dan prasarana serta aplikasi sudah siap semua. Sehingga pembukaan enam objek wisata tersebut tinggal menunggu perbup sebagai dasar untuk pengoperasian apilikasi.

“Perbup itu mengatur tentang tata cara pemungutan, mulai dari pemesanan tiket, pembayaran hingga pembatalan. Misalnya, untuk pemesanan tiket diajukan 7 hari sebelum kunjungan, kemudian untuk pembayaran bisa dilakukan sampai H-1 sebelum kunjungan,” jelasnya.

Masa tanggap darurat Covid-19 sendiri masih berlangsung hingga tanggal 31 Juli mendatang, sehingga menurut Asis masih ada waktu untuk persiapan pembukaan objek wisata.

Sementara itu, untuk objek wisata yang dikelola pihak swasta, secara berkala Dinporabudpar juga melakukan pemantauan di lapangan.

Menurut Asis, sejauh ini semua menerapkan aturan dan protokol kesehatan dengan tertib. Saat melakukan pemantauan di objek wisata Hutan Pinus Limpakuwus dikelola Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, misalnya, Asis mengaku sempat dilarang masuk, karena jumlah pengunjung sudah 300 orang.

“Jadi ketentuan aturan pembatasan jumlah pengunjung benar-benar diterapkan di wisata Hutan Pinus Limpakuwus ini. Setelah ada pengunjung yang keluar, baru pihak pengelola memperbolehkan pengunjung berikutnya untuk masuk,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Wahyono, mengatakan objek wisata yang sudah diperbolehkan buka ada 9 lokasi. Yaitu, Hutan Pinus Limpakuwus, Safari Offroad Baturraden, The Village, Wanawisata Baturraden,Telaga Sunyi, Wisata Pereng, Wisata Buken dan Taman Sentana.

Namun, untuk empat objek wisata, yaitu Telaga Sunyi, Wisata Pereng, Wisata Buken dan Taman Sentana, diminta untuk tidak mengoperasikan kolam renang atau aktivitas wisata air lainnya terlebih dahulu.

“Sekarang kita masih melakukan verifikasi terhadap 7 destinasi wisata lainnya. Verifikasi yang dilakukan oleh tim meliputi kelengkapan administrasi, standar operasional prosedur (SOP) serta penerapan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *