Dukung Pengembangan Desa Kreatif Perdamaian, UKSW Salatiga Adakan Pengabdian Masyarakat

oleh -4 views

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Dalam rangka mendukung pengembangan Desa Wisata Kreatif Perdamaian (DWKP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Diketuai Agus Supratikno, M.Th. dan beranggotakan Suharyadi, S.Kom., M.Cs., Dr. Evi Maria, SE. Akt., M. Acc. dan Rini Kartika Hudiono, S.Pd., MA., tim pengabdian kepada masyarakat ini  melakukan serangkaian kegiatan untuk mendukung terealisasinya Dusun Srumbung Gunung, Desa Poncosuro, Kabupaten Semarang menjadi DWKP.

Anggota PKM UKSW Salatiga Rini Kartika Hudiono mengatakan kegiatan itu menggunakan biaya hibah dari Ristek DIKTI tahun 2020 kegiatan pengembangan DWKP sendiri berlangsung sejak Januari 2020.  

Menurut Rini Kartika Hudiono, data BPS tahun 2019, Indonesia memilik total 98 kota, 7.994 kecamatan, 8.490 kelurahan dan  83.931 desa. Dari sekian desa yang ada, 1.734 desa sudah menjadi desa wisata.

“Desa wisata dalam konteks wisata pedesaan dapat disebut sebagai aset kepariwisataan yang berbasis pada potensi desa dengan segala keunikan dan daya tarik  dapat dikembangkan sebagai produk wisata yang menarik wisatawan ke lokasi desa tersebut,” terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Jumat (14/8/2020)

Dikatakannya, keunikan desa atau dalam studi disebut sebagai USP (Unique Selling Proposition) desa menjadi kunci daya tarik. Dusun Srumbung Gunung, Desa Poncosuro di Kabupaten Semarang dipilih karena merupakan sebuah destinasi yang memiliki potensi sangat unik.

“Selain bentang alam yang indah di lereng Gunung Ungaran, keunikan yang menjadi daya tariknya adalah nilai-nilai kerukunan meskipun masyarakatnya hidup dalam perbedaan agama,” katanya

Ia menambahkan, diawali dengan semangat pemuda dusun ini, mereka membentuk CPSS (Creative Peace Srumbung Society).
Anak-anak muda multi agama itu memiliki mimpi untuk membangun dusun mereka menjadi DWKP.

Pihaknya menyatakan, guna mewujudkan DWKP belum lama ini diadakan pelatihan manajemen wisata sebagai rangkaian kegiatan diberikan materi sablon, manajemen pariwisata, manajemen homestay, pelatihan pembuatan jamu kekinian, training for trainers untuk live in nilai-nilai perdamaian, pelatiahan inovasi kuliner tradisional, pelatihan website, pelatihan digital marketing dan display kuliner tradisional.

Dosen Program Studi Destinasi Pariwisata UKSW itu menjelaskan, pelatihan diikuti 23 orang mewakili stakeholders  DWKP, yaitu Kepala Desa, ketua CPSS, Ketua Karangtaruna Muda Tama, Ketua RT, bendahara dan sekretaris CPSS, pendamping desa dan CPSS, sekretaris desa, Ketua Dawis, kelompok tani, ketua PKK dan anggotanya, anggota BPD, Kaur keuangan, perangkat desa, kades, ketua RW dan tokoh agama.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *