Dukung Dusun di Kab Semarang Jadi Destinasi Wisata PPDM UKSW Salatiga Beri Pelatihan Kelola Homestay

oleh -2 views

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) LLDIKTI, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bagi warga Dusun Srumbung Gunung, Kabupaten Semarang.

Dosen Prodi Destinasi Pariwisata UKSW Salatiga sekaligus trainer pelatihan dengan topik “Training Manajemen Homestay”, Rini Kartika Hudiono mengatakan pelatihan terkait pengelolaan homestay untuk mendukung dusun menjadi destinasi wisata.

“Adapun pelatihan kami bagi menjadi tiga sesi pertama kami kenalkan peserta soal konsep Sapta Pesona dalam pengembangan homestay. Itu tidak lain meliputi keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahtamaan dan kenangan yang wajib menjadi perhatian para pemilik homestay,” terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Kamis (27/8/2020)

Menurut Rini Kartika, standar minimal homestay seperti  didefinisikan dalam Permenparekraf 2012 adalah usaha penyediaan akomodasi berupa rumah tinggal yang dihuni pemiliknya dan dimanfaatkan sebagian untuk disewakan.

Ia menambahkan, standar minimal rumah yang layak digunakan sebagai homestay antara lain memiliki ruang tidur, dapur, ruang makan, ruang tamu, administrasi dan tata graha.

“Tentunya ditambah dengan adanya interaksi antara masyarakat lokal pemilik homestay dan wisatawan dapat menjadi daya tarik. Terlebih di Srumbung Gunung, Kabupaten Semarang yang saat tengah dikembangkan menjadi Desa Wisata Kreatif Perdamaian tentunya akan memiliki keunikan tersendiri seperti adanya pertukaran nilai-nilai toleransi dan perdamaian,” tutur Rini yang saat ini juga mengepalai Biro Promosi, Humas dan Alumni (BPHA) UKSW tersebut.

Dikatakannya, sebagaimana teori yang dinyatakan oleh Malley (2002) perdamaian dapat diperoleh melalui kegiatan pariwisata jika ada pertukaran nilai dalam hubungan wisatawan dan masyarakat lokal (dalam hal ini adalah pemilik homestay) yang menguntungkan ke dua belah pihak.

Pihaknya menyatakan, kelayakan rumah tinggal untuk dapat menjadi homestay juga tak lepas dari pelayanan prima dari pengelola homestay.

“Guna memperkuat teori yang disampaikan, tim PPDM UKSW juga melakukan simulasi antara pemilik homestay dengan bantuan mahasiswa sebagai tamu atau wisatawan yang menginap,” katanya

Pihaknya berharap, simulasi tersebut memberikan kesempatan pemilik homestay belajar menangani keluhan dan menerima tamu dengan baik.

Selain itu, mereka belajar untuk melakukan layanan tamu dengan standar elemen kualitas layanan meliput tangible (bukti fisik), empati, ketanggapan, keandalan dan jaminan.

Ketua Creative Peace Srumbung Society (CPSS) yang memelopori Desa Wisata Kreatif Perdamaian (DWKP), Eko Widodo mengaku adanya pelatihan itu dapat memberikan gambaran bagaimana menerima dan melayani tamu dengan memperhatikan faktor CHSE yang sangat penting di kondisi pandemi.

“Mewakili para peserta, saya berharap berdirinya homestay segera dapat direalisasikan. Kami juga sangat berterimakasih atas pelatihan dan pendampingan UKSW selama ini,” ujarnya (ris)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *