Disporapar Kabupaten Tegal Simulasikan Tatanan Baru Pengelolaan Tempat Wisata

oleh -17 views

SLAWI – Menghadapi masa adaptasi baru atau tatanan baru,  Dinas Pemuda, Olahraga dan  Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal mulai menggelar berbagai persiapan. Salah satunya mengadakan simulasi pelaksanaan kondisi adaptasi baru bagi pengelola tempat wisata.

Selama simulasi hingga pembukaan resmi nanti, pihak tempat wisata tetap menyiapkan fasilitas kesehatan sesuai ajuran pemerintah. Tujuannya untuk pencegahan COVID-19. Beberapa wisata yang ada di Kabupaten Tegal dan wisata desa menyiapkan adaptasi baru atau tatanan baru. Objek Wisata Guci yang termasuk wisata nasional pun melakukan simulasi.

“Kata kuncinya harus disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Harus tetap dipatuhi semua pelaku sektor wisata yang ada di wilayah Guci. Dari hotel, villa, penginapan lainnya. Serta wahana yang ada di guci. Simulasi ini supaya teman-teman bisa paham dan tahu tentang SOP tatanan baru,” ujar  Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Guci, Achmad Abdul Khasib pada panturapost, Minggu ( 14/6/2020).

Dia mengungkapkan, pihaknys sudah melaksanakan simulai seminggu yang lalu. Dan, divideo yang nantinya akan disosialiasikan. Dalam simulasi, disiapkan alat semprot elektrik disinfektan yang aman bagi tubuh, dan pengaturan jarak di pintu masuk untuk mencegah kerumunan. Selain itu, sejumlah tempat cuci tangan dan cairan pembersih tangan di setiap sedut tempat wisata.

“Setiap wahana permainan, akan dibatasi jumlah pengunjung  untuk menjaga jarak fisik. Lokasi parkir kendaraan dan tempat para pedagang pun kita jarak. Nantinya ada Tim Satgas COVID-19 wisata yang selalu keliling ke wahana,” terangnya.

Untuk pembatasan jumlah pengunjung, dia menyatakan, secara bertahap mulai dari 20% pada minggu pertama dan akan dievaluasi untuk minggu selanjutnya. Setiap wisata yang mau masuk akan dicek identitas asal. “Kemungkinan bagi wisatawan dari daerah zona merah tidak akan diperkenankan masuk,” ujarnya.

Simulasi tersebut menunjukkan kesiapan para pengelola tempat wisata untuk menyambut kenormalan baru. Seperti hasil rapat yang dilaksanakan pada Kamis (11/6/2020)  yang dihadiri Badan Promosi Pariwisara Daerah, klaster wisata Jateng, arsita, perwakilan restoran dan hotel, paguyuban homestay Guci, Dinkes,  Disporapar, Pokdarwis Cacaban dan Purin, paguyuban pedagang cacaban dan Purin serta lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, semua pelaku wisata berharap pembukaan obyek wisata dipercepat dengan banyak pertimbangan. Yakni, pelaku wisata siap menerapkan tatanan kehidupan baru sektor pariwisata dengan penyerapan protokol kesehatan sesuai yang ditetapkan pemerintah. Sedangkan wisata berbasis air untuk sementara tetap ditutup menunggu kajian laboratoris terkait keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung akan bahaya Corona.

Pelaku wisata juga siap menerima sanksi bila melanggar protokol kesehatan sesuai aturan berlaku. Pelaku wisata bersedia membantu dalam kepatuhan  dan keterjagaan tata kelola pada masa transisi peningkatan ekonomi kreatif di masa pandemi. Dan, pelaku wisata akan mengajukan surat permohonan audiensi kepada gugus tugas COVID-19 atas hasil rapat tersebut.

Mereka tetap meminta kejelasan kepada pemerintah daerah kapan dibukanya kembali industri pariwisata dalam memasuki adaptasi baru atau tatatan baru. Bukan tanpa alasan. Pasalnya selama 3 bulan lebih tidak beroperasi, mereka mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah bahkan miliaran. (*)

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *