Danau Toba Akan Bisa Dilalui Kapal Pesiar BesarValidnews.id

oleh -76 views

JAKARTA – Pemerintah meyakini sektor pariwisata segera bangkit usai pandemi covid-19 ini. Salah satu upaya menggenjot devisa di sektor pariwisata ini adalah dengan memoles objek atau destinasi wisata. Di Danau Toba, sebagai salah satu objek wisata kebanggaan Indonesia, kini tengah dilakukan pelebaran alur danau, Sehingga nantinya wisatawan dapat mengelilingi Pulau Samosir dengan mengggunakan kapal pesiar berukuran besar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol di Danau Toba, Kabupaten Samosir dengan progres mencapai 93,5%. Pelebaran alur tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada wisatawan dapat mengelilingi Pulau Samosir menggunakan kapal pesiar berukuran besar. Menteri Basuki Hadimuljono menegaskan,  tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang dihentikan.

“Dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan pandemi covid-19, pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (12/6).

Menteri Basuki menjelaskan, pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan kegiatan utama adalah pelebaran dan pendalaman alur.

Pengembangan kawasan Tano Ponggol yang tengah dilakukan Kementerian PUPR yaitu menggunakan konsep pengembangan daerah tepian air baik itu tepi pantai, sungai ataupun danau yang dikenal dengan waterfront city untuk wisata air.

Pelebaran alur Tano Ponggol dikerjakan, dari yang semula  25 meter menjadi 80 m sepanjang 1,2 mm dan ditambah kedalamannya dari 3 meter menjadi 8 meter. Dari total panjang 1,2 km tersisa sepanjang sekitar 20 meter yang belum dilakukan pelebaran. Pekerjaan tersebut akan memindahkan tanah sebanyak 571.562 meter kubik untuk mendapatkan elevasi dasar alur pada 897 mdpl. Kontrak pekerjaan ini dimulai Desember 2017 dengan anggaran mencapai Rp320,5 miliar.

Adanya jalur pelebaran alur ini, secara otomatis perlu dilakukan penyesuaian desain Jembatan Tano Ponggol agar kapal pesiar dapat lewat di bawah jembatan. Kondisi jembatan saat ini hanya memiliki panjang 25 meter dan freeboard cukup rendah sehingga kapal besar tidak dapat lewat. Tano Ponggol merupakan satu-satunya akses darat untuk menuju Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba.

Pengembangan kawasan Tano Ponggol merupakan pekerjaan terpadu yang dilakukan oleh Ditjen SDA yang melebarkan alur sungai, Ditjen Bina Marga dengan membangun jembatan, dan Cipta Karya dengan penataan kawasannya.

Prioritas Anggaran

Sebelumnya,  Kementerian ini menyatakan ada prioritas pada empat program pembangunan sebagai bagian refocussing anggaran selama masa pandemi covid-19 di Indonesia.

“Prioritasnya adalah mengatasi pandemi, makanya dipotong Rp44 triliun, kami di PU ini prioritasnya padat karya. Kami punya Rp11,6 triliun untuk padat karya, baik di irigasi, jalan, perumahan, air minum, dan sanitasi,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi proyek pembangunan Kampus Politeknik PU di Semarang, Kamis.

Menteri Basuki menjelaskan, program padat karya akan menciptakan lapangan pekerjaan untuk sekitar 605.000 pekerja selama tiga bulan dan saat ini progresnya mencapai 15%.

Prioritas Kementerian PUPR berikutnya adalah pembangunan dan pengembangan lima destinasi wisata yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika(Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara).

“Itu tidak disentuh oleh penghematan, masih jalan terus karena antisipasinya setelah pandemi selesai yang lebih cepat ‘rebound’ itu pariwisata,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Di prioritas ketiga,  adalah  menghentikan pekerjaan reguler yang menggunakan alat berat dan mengalihkannya ke padat karya. Sedang prioritas keempat adalah pembangunan Food Estate di Kalimantan Tengah dengan mengembangkan sawah sebagai antisipasi terjadinya kekeringan dan krisis pangan seperti yang disampaikan FAO.

“Pekerjaan pekerjaan reguler sebagian kita hentikan dulu, alat beratnya masuk padat karya lagi. Jadi seperti irigasi di rentang Indramayu itu juga tiga bulan ini saya minta alat beratnya dipinggirkan dulu selama 2-3 bulan ini, itu sekitar Rp600 miliar kita punya, menambah 78 ribu tenaga kerja,” katanya.

Sementara, terkait wisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio di kesempatan berbeda menyerukan, agar para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi ini  didorong melakukan penyesuaian (“remodelling”) bisnis agar tetap bisa bertahan dan berkembang.

Dalam webinar “Kebangkitan Parekraf di Era Normal Baru” ,  Kamis,  Wishnutama mengatakan pihaknya telah menyiapkan protokol kenormalan baru untuk nantinya dapat diterapkan di semua lini pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita telah menyiapkan protokol dan saat ini sedang dilakukan harmonisasi dari semua kementerian yang tangani bidang-bidang tertentu untuk nantinya diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan,” kata Wishnutama.

Protokol kenormalan baru yang fokus pada aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan itu juga sebagai panduan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan remodelling tersebut. Ia memastikan bahwa destinasi yang akan rebound lebih cepat adalah tempat-tempat yang dapat memberikan kepercayaan publik bahwa mereka memang telah siap dengan protokol-protokol kesehatan. (Rikando Somba)

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *