Dampak Corona, Omzet Jamur Krispi Anik Sragen Turun Hingga 90%

oleh -7 views

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Adanya Pandemi Covid-19 di hampir seluruh dunia memang memberikan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat.

Hampir seluruh lapisan masyarakat merasa dampaknya terlebih pelaku usaha, permintaan pembeli yang melonjak turun membuat dapur para pelaku usaha jarang ngebul.

Anik Purwanti salah satunya, dapur produksi jamur krispi Anik yang berada di Dukuh Kedung Panas, Desa Ngarum, Kecamatan Ngrampal kini hanya 2-5 kali berproduksi setiap bulannya.

Padahal sebelum adanya Pandemi, dirinya mengaku setiap hari melakukan produksi. Anik mengaku sempat stres hingga syok setelah penjualannya turun drastis.

“Saya sempat tiga harian hampir putus asa karena ingat setiap hari kami melakukan produksi dan ada permintaan juga di setiap harinya.”

“Ketika ada pandemi sama sekali tidak ada pemesanan kami juga sempat stres syok kaget, adapun sangat sedikit sekali,” terang Anik kepada Tribunjateng.com, Rabu (12/8/2020).

Anik menuturkan penurunan ini terjadi karena kebanyak produknya dijual di toko oleh-oleh, tempat wisata, tempat makan, toko modern yang notabenenya tutup karena adanya Virus Corona

“Penjualan tetap ada penurunan, saya dulu sudah nyaman produk saya di toko oleh-oleh, tempat wisata, rumah makan terus ada teman-teman yang memiliki toko dan toko modern.”

“Selain kita pasarkan online kan kita juga sudah punya pelanggan itu. Sejak ada pandemi otomatis teman-teman kita ini juga tutup dan tidak ada orderan masuk,” terangnya.

Anik mengaku penurunan sejak pertengahan Maret. Pada Februari dan awal Maret dirinya masih mengirim pemesanan ke luar kota bahkan luar pulau. Karena Covid-19 menyebar begitu cepat akhirnya banyak toko-toko mulai tutup.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *