Curi Handphone di Rumah Sakit, Daryanto Ditangkap Polisi

oleh -41 views


Sumpiuh, Serayunews.com- Spesialis pencuri handphone yang diketahui bernama, Daryanto (45), warga Karanggondang RT 2 RW 5, Kabupaten Boyolali berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Banyumas, setelah melakukan aksi terakhirnya di Puskesmas Sumpiuh 1, Kabupaten Banyumas.

Menurut keterangan Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka melalui Kasat Reskrim AKP Berry, kasus pencurian yang dilakukan oleh tersangka dengan korban Suparti (53) dan Tujiati (52), warga Desa Selanegara, Kecamatan Sumpiuh terjadi pada tanggal 20 Febuari 2020 lalu.

Dimana sekitar pukul 19.30 WIB, keduanya datang ke Puskesmas 1 Sumpiuh untuk menunggu orang tua mereka yang sedang menjalani opname. Sekitar pukul 03.00 WIB, mereka berdua tertidur di lantai kamar. Baru satu jam berlalu Tunjiati terbangun hendak menelepon adiknya untuk menjemput, alangkah terkejutnya saat dirinya tidak menemukan handphone miliknya.

“Tunjiati kemudian memberitahukan Suparni bahwa handphonenya tidak ada. Kemudian Suparni mengecek tas miliknya dan ternyata uang tunai Rp 1.650.000 yang berada di dalam tas sudah tidak ada dan handphonenya juga tidak ada,” kata Kasat, Minggu (14/6).

Mereka kemudian melaporkan kejadiant ersebut ke petugas medis yang menjaga. Hingga akhirnya mereka melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat.

“Pada hari Sabtu (13/6) kemarin, kami berhasil mengamankan tersangka sekitar pukul 22.30 WIB di Perumahan Bukit Kalibagor Indah, Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor,” katanya.

Dari tangan tersangka polisi berhasi mengamankan barangbukti satu unit handphone merk Oppo milik korban Tunjiati dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio nomor polisi AD 3630 ZT yang diduga digunakan oleh tersangka sebagai sarana untuk melakukan aksi pencurian.

“Dari hasil pengembangan kami, tersangka telah melakukan pencurian handphone di tujuh tempat berbeda. Rata-rata berarda di rumah sakit. Modusnya yakni tersangka masuk ke dalam rumah sakit atau puskesmas, kemudian mengambil handphone ataupun tas korbannya, saat korbannya tertidur,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *