Covid-19 Cenderung Naik, Izin Pembukaan Wisata dan Pabrik Perlu Dikaji

oleh -24 views

  • Minggu, 12 Juli 2020 | 18:53 WIB
  • Penulis:

UNGARAN, suaramerdeka.com – Ketua DPRD Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto meminta beberapa wilayah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) serentak. Hal itu menurutnya, belum lama ini sudah disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan tujuan menekan kasus penularan Covid-19 yang masih terhitung tinggi.

“Untuk daerah-daerah tertentu. Saya kira itu pengendalian saja, karena untuk menghentikan penyebaran Covid-19 harus bersama-sama. Termasuk melibatkan masyarakat, gotong royong,” kata dia, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Minggu (12/7) sore.

Termasuk izin pembukaan tempat wisata di Kabupaten Semarang dan kabupaten/kota lain, lanjut Bambang, itu pun perlu ditinjau kembali. Langkah itu, mengacu angka penambahan jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 setiap harinya yang cenderung naik.

“Tempat wisata harus dibatasi juga, apabila protokol kesehatan dilanggar ya harus ditutup lagi,” tegasnya.

Tidak hanya tempat wisata, pria yang akrab disapa dengan Bambang Krebo ini pun berharap pemerintah daerah juga mengkaji pembukaan pabrik yang di dalamnya ada banyak aktivitas pekerja. “Ditutup dahulu tidak masalah, karena menyelamatkan nyawa orang itu harus diutamakan. Dan saya kira daerah perlu menaati imbauan dari gubernur itu,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah minta seluruh wilayah di Semarang Raya (Demak, Kendal, Kota/Kabupaten Semarang-Red) untuk melakukan PKM serentak. Hal itu didasari kasus penularan Covid-19 yang masih terhitung tinggi.

“Melihat perkembangan di Semarang Raya yang tinggi, kita sampaikan ke Walikota Semarang untuk disampaikan juga ke Bupati Semarang Raya agar dilakukan PKM bersama-sama,” ujar Ganjar.

Ia menyebut, langkah itu penting dilakukan untuk menekan persebaran Covid-19. Sebab, mobilisasi penduduk dari wilayah satelit, dari dan ke Kota Semarang cukup tinggi. “Kalau PKM di Kota Semarang diundur-undur (diperpanjang), tetapi yang masuk itu dari daerah satelit sekitarnya, komuter terjadi. Satu orang bawa penyakit, satu ketularan dari sini bawa ke sana. Maka saya minta dilakukan PKM bersama-sama, kepada bupati kota di Semarang Raya,” tuturnya.

Kebijakan tersebut akan dilakukan di wilayah lain. Kriterianya, kawasan yang terdeteksi zona merah penularan Covid-19. Pihaknya juga melakukan supervisi terhadap penanganan kasus klaster Covid-19 tiga perusahaan di Kota Semarang, yang menginfeksi ratusan karyawan. Pengawasan yang dilakukan meliputi penerapan protokol kesehatan serta jam masuk karyawan. Hal serupa, kata Ganjar, juga berlaku untuk perusahaan di wilayah lain, seperti Jepara dan Rembang.

“Terkait tiga perusahaan dilakukan pelacakan. Kamis (9/7) kemarin, Disnaker Provinsi Jateng mengawal. Kita usulkan tutup tiga hari, hal itu ketat kita supervisi. Kalau tempat strategis dan tak mungkin ditutup, maka lakukan pengurangan pegawai sebanyak-banyaknya dan kita supervisi,” tuturnya.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *