Cilacap Diprediksi Dilanda Banjir Rob 6-7 Juni, BMKG Ingatkan Warga Waspada

oleh -221 views

CILACAP, iNews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir rob pada tanggal 6-7 Juni 2020. Ketinggian banjir diprediksi bisa mencapai 2,2 meter.

Analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan, berdasarkan prakiraan pasang surut air laut, pasang maksimum di wilayah perairan selatan Kabupaten Cilacap pada hari Sabtu (6/6/2020), pukul 08.00-09.00 WIB, mencapai 2,1 meter.

“Sementara hari Minggu (7/6/2020), pukul 09.00 WIB, mencapai 2,2 meter,” kata Rendi Krisnawan di Cilacap, Jumat (5/6/2020).

Namun, dia memprakirakan banjir rob yang berpeluang terjadi pada hari Sabtu dan Minggu besok tersebut tidak seekstrem yang terjadi satu pekan sebelumnya.

Menurut dia, banjir rob yang terjadi satu pekan sebelumnya terlihat ekstrem karena tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jawa Barat, perairan selatan Jawa Tengah, dan perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta maupun di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar-DIY saat itu berkisar 4-6 meter. Ketinggian ini sudah masuk kategori sangat tinggi dan sangat berbahaya.

“Banjir rob yang terjadi sebelumnya juga dipengaruhi oleh ‘swell’ dari tekanan rendah yang muncul di dekat Australia,” katanya.

Dia mengatakan, tinggi gelombang maksimum di wilayah perairan selatan Jabar, perairan selatan Jateng, dan perairan selatan DIY dalam beberapa hari ke depan diprakirakan mencapai 2,5-4 meter atau masuk kategori tinggi dan berbahaya.

Sementara tinggi gelombang di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar, Samudra Hindia selatan Jateng, dan Samudra Hindia selatan DIY diprakirakan berkisar 4-6 meter, atau masuk kategori sangat tinggi dan sangat berbahaya.

“Masyarakat harus tetap waspada karena saat sekarang masih terjadi gelombang tinggi dan pasang maksimum yang terjadi pun tinggi,” katanya.

Rendi mengatakan, terkait dengan prakiraan cuaca di wilayah Jateng bagian selatan dan pegunungan tengah, hujan dengan intensitas lebat masih berpotensi hingga berakhirnya dasarian atau 10 hari pertama bulan Juni.

Dia memprakirakan intensitas hujan di wilayah Jateng selatan dan pegunungan tengah pada dasarian kedua bulan Juni mulai berkurang.

“Jumlah curah hujan per dasariannya pada dasarian pertama bulan Juni ini memang masih dalam kategori menengah,” katanya.

Editor : Maria Christina



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *