Cilacap Butuh Sosok Pemimpin yang Progresif

oleh -14 views



Cilacap Butuh Sosok Pemimpin yang Progresif







Cilacap Butuh Sosok Pemimpin yang Progresif | BARITO RAYA POST















Tags:
Cilacap Butuh Sosok Pemimpin yang Progresif
Kabupaten Cilacap

BARITORAYAPOST.COM (Cilacap) – Resah dengan sosok pemimpin Cilacap mendatang, sebuah laman situs berita online Cilacap.terkini.id bersama Yayasan Jaringan Informasi Publik Cilacap (JIPC) menggelar press conference dalam bentuk launching Poling Pilkada Cilacap, Sabtu (18/7/2020).


Helat ini digelar di Ballroom Sekar Ageng Favehotel Cilacap, dihadiri oleh segenap panitia dari JIPC dan undangan para awak media yang lingkup liputannya di Cilacap dan Banyumas.


Disamping jajaran JIPC, media, dan undangan yang terdiri dari seluruh elemen masyarakat, juga dari KNPI Cilacap.


Poling yang sudah ditampilkan beberapa hari lalu di web Cilacap.terkini.id tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat Cilacap, sehingga hari ini grand launching digelar dengan sederhana, yakni syukuran dan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasam Jaringan Informasi Publik Cilacap (JIPC), H Suyanto kepada Pemred Cilacap.terkini.id, Priyo Anggoro.


Menurut Priyo, demokrasi menjadi satu bangunan sistem yang memungkinkan rakyat menentukan nasibnya melalui pintu gerbang yang dinamakan Pemilu. “Sejak era reformasi bergulir pada 1998, Indonesia memasuki babak baru yaitu Otonomi Daerah, kemudian Pemilihan Kepala Daerah secara langsung,” katanya.


Menurut Priyo, ini tentunya menjadi sebuah prestasi dari demokrasi. Namun di satu sisi, ternyata demokrasi dalam pemilu langsung ini masih menyisakan problematika, diantaranya kurangnya sosialisasi figur-figur calon pemimpin daerah yang benar-benar memberikan jiwa dan raganya untuk rakyat.


“Bukan lagi calon pemimpin yang cuma berkutat pada akses kuat permodalan politik saja,” tandasnya.


Padahal, salah satu masalah terberat dari demokrasi adalah oligarki, dimana sistem pemerintahan hanya mampu di akses sekelompok kecil elite saja dengan kekayaannya, keluarganya saja (dinasti), atau kekuasaan militer, yang semestinya hak memilih dan dipilih merupakan hak rakyat dalam sebuah demokrasi.


Pembina Yayasan JIPC, Tri Mulyanto mengaku resah dengan para pemimpin Cilacap hasil Pilkada selama ini, karena menciptakan pemimpin yang tidak berani melakukan perubahan dan kurang progresif.




Ia mencontohkan, di Surabaya ada Tri Rismaharini, di Trenggalek ada Emil Dardak, di Nganjuk ada Novi Rahman Hidayat, dan di Banyuwangi ada Abdullah Azwar Anas.


Namun, katanya, di Cilacap tak ada yang seperti mereka. “Padahal kita punya semuanya, PLTU, SBI, Pelindo III, Bandar Tunggu Wulung, dan Pertamina. Nggak ada yang berani,” ujar Tri.


Berangkat dari hal ini, ia akan mengubah pola pikir masyarakat dengan me-launching Poling Pilkada Cilacap.


Tujuan program ini adalah memberikan pendidikan politik masyarakat. Juga sebuah ikhtiar masyarakat dimana nantinya memilih pemimpin yang diharapkan oleh mereka. 


“Masyarakat punya waktu dua tahun atau tahun 2022 atau 2024 mendatang,” kata Priyo, sembari menambahkan bahwa masyarakat punya variasi dan deferensiasi calon pemimpinnya.

Poling ini nantinya akan mendekati survei dimana akan melibatkan masyarakat. Dan pada saatnya akan ada calon yang mungkin benar-benar mencalonkan diri menjadi Bupati Cilacap yang akan datang.


“Para calon yang resmi dan sudah terdaftar tentu kita angkat dalam poling untuk dipilih masyarakat,” tandas Priyo.


Dari pantauan, beberapa nama tokoh yang ditampilkan dalam poling diantaranya H Fran Lukman, Syamsul Auliya Rachman, Sindy Syakir, Novita Wijayanti, Farid Ma’ruf, Teti Rohatiningsih, dan lain-lain. (est)

Populer Sepekan

Back to Top



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *