Cari Kerja Ditengah Pandemi, Pemohon Kartu Kuning Meningkat

oleh -237 views


Petugas menjelaskan tata cara penggunaan kartu kuning kepada warga usai membuat AK1 di Kantor Disnakerin, Rabu (10/6/2020)

Cilacap, Serayunews.com-Adanya pandemi Covid-19 tidak menyurutkan warga untuk mendaftar pekerjaan. Terutama bagi mereka yang baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajad.

Hal ini terlihat dengan mulai banyaknya warga yang menyerbu Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap. Mereka datang untuk mendapatkan AK1 atau kartu kuning sebagai syarat untuk melamar pekerjaan.

Alfin Ardiyansyah (18) warga Majenang mengatakan jika membuat AK 1 untuk keperluan mendaftar pekerjaan. Dia yang baru lulus dari SMK Muhammadiyah Majenang ini akan mendaftar di salah satu perusahaan di Karawang.

“Sudah melamar pekerjaan di Karawang, dan menunggu panggilan. Alhamdulillah masih ada lowongan kerja, meski dibatasi jumlahnya,” ujarnya, Rabu (10/6/2020).

Dalam mengurus kartu kuning tersebut, kata dia tidak membutuhkan waktu lama. Meski banyak yang datang pada hari itu.

“Sebentar, hanya 30 menit saja, yang penting persyaratannya sudah terpenuhi,” katanya.

Kepala Disnakerin Dikdik Nugraha melalui Kasi Penatan Kerja dan Perluasan Kerja Andoko Supriyanto mengatakan jika pelayanan di Disnakerin tidak diliburkan selama adanya pandemi Covid-19. Meningkatnya jumlah warga yang membuat kartu kuning, karena baru ada kelulusan sekolah.

“Untuk pelayanan Kami tidak libur, namun kemarin selama pandemi setiap hari sekitar 30 orang, dan setelah ada kelulusan, mulai Senin kmarin meninngkat, perhari sekitar 300 orang,” katanya.

Dikatakan, jika dalam pembuatannya, tidak ada pembatasan pembuat kartu kuning di Disnakerin selama adanya pandemi. Meskipun demikian, tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Tidak ada pembatasan, selama jam kerja dilayani, tetapi tetap dengan menggunakan protokol kesehatan, sebelum masuk harus cuci tangan, di cek suhu badan, dan jaga jarak. Untuk mengisi formulir di aula tempat mediasi, agar tidak bergerombol,” ujarnya.

Dibandingkan dengan sebelum adanya pandemi Covid-19, jumlah pembuat kartu kuning setelah kelulusan lebih rendah. Biasanya setelah adanya kelulusan, jumlah pembuat kartu kuning ada sekitar 500 orang per hari, sedangkan saat ini hanya sekitar 300 orang. Selain itu di hari biasa sekitar 70 orang, dan setelah pandemi skeitar 30 orang.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *