Canggih, Indonesia Miliki Teknologi Pengolahan Sampah Rp90 Miliar : Okezone Economy

oleh -14 views

JAKARTA – Pemerintah meresmikan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF). RDF merupakan teknologi pengolahan sampah melalui metode biodrying yang dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dalam proses pembakaran pengganti batu bara.

Baca Juga: Kelola Sampah, Pemerintah Kembangkan PLTSa hingga Campuran Aspal

Peresmian RDF diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan pada hari ini di Cilacap, Jawa Tengah. Total nilai investasi RDF sebesar Rp90 miliar.

“Teknologi RDF merupakan upaya untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Indonesia dan diharapkan agar pilot proyek ini bisa menjadi titik balik pengelolaan sampah di Indonesia yang selama ini masih menjadi permasalahan pelik,” ujar Luhut, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Untuk mengurangi ketergantungan pengelolaan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA), kata Luhut, harus ada terobosan pengelolaan sampah seperti RDF. Dengan teknologi itu, sampah akan diolah secara fleksibel, bahkan biaya operasionalnya tidak setinggi pengolahan termal. Bahkan, secara cukup signifikan dapat mengurangi sampah yang dibawa ke TPA sehingga dapat mengurangi bebannya.

Baca Juga: Jangan Cuma Tangkap Ikan, Nelayan Diminta Ambil Sampah di Laut 

Luhut berharap, dengan adanya fasilitas RDF ini dapat secara signifikan merubah model penanganan sampah yang selama ini dianggap sebagai cost center. RDF, lanjut Luhut, dapat menjadi model bisnis yang mampu menciptakan geliat ekonomi baru bagi masyarakat serta berkontribusi bagi peningkatan bauran energi baru terbarukan di Indonesia.

“Di mana sampai saat ini keberadaannya selalu menjadi masalah, baik lingkungan maupun sosial. Semoga teknologi yang dibangun di Cilacap ini selanjutnya bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya” lanjutnya.

Untuk diketahui, fasilitas RDF di Cilacap adalah yang pertama di Indonesia. Pembangunannya merupakan kerjasama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kedutaan Besar Denmark, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Cilacap dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI).

Fasilitas pengolahan sampah tersebut dioperasikan Pemerintah Kabupaten Cilacap bekerja sama dengan SBI yang akan mengolah 120 ton sampah per hari menjadi kurang lebih 60 ton RDF yang kemudian akan diumpankan ke kiln semen SBI sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Sebelumnya, Menteri LHK menjelaskan mengenai langkah-langkah strategis, antara lain, mengenai perlunya dibuat regulasi mengenai pembangunan RDF di Indonesia.

Dalam regulasi tersebut, lanjut Menteri LHK akan mencakup mengenai daftar daerah yang berpotensi untuk dibangun RDF, harga pembelian RDF oleh offtaker, kontribusi RDF dalam mengurangi gas rumah kaca dan pendalaman bersama kepada para pimpinan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *