Candi Borobudur Gelar Simulasi, Siap Terima Wisatawan saat New Normal

oleh -187 views

MAGELANG – Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menggelar simulasi protokol kesehatan pada Rabu (10/6). Simulasi ini sebagai persiapan pembukaan sektor pariwisata saat penerapan new normal.

Simulasi diikuti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hadir pula Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmadi, Bupati Magelang Zaenal Arifin, serta Direktur Utama TWCB Edy Setijono.

Simulasi berlangsung selama 2 jam. Dimulai dengan penerapan protokol transportasi pengunjung, baik rombongan maupun pribadi, dengan penyemprotan disinfektan pada kendaraan. Kemudian, pemakaian masker dan cuci tangan. Saat pembelian loket pun ditetapkan jaga jarak.

Selain itu, pengelola juga menempatkan petugas di sejumlah titik di kompleks candi untuk mengingatkan pengunjung terhadap penerapan protokol kesehatan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan simulasi tersebut merupakan persiapan dibukanya kembali Candi Borobudur untuk wisatawan umum.

“Hari ini kita melihat simulasi untuk menyiapkan candi dibuka untuk umum. Tapi bukan berarti mak bruk. Namun, dihitung oleh pengelola kapasitas pengunjungnya,” ujar Ganjar.

Ganjar pun menegaskan, yang paling penting adalah pengunjung memahami dan disiplin menerapkan tahapan protokol kesehatan. Kemudian dari pengelola juga menyiapkan pemandu atau guide yang selalu standby.

“Ada guide yang mengatur dan memberi tahu pengunjung tentang protokol kesehatan. Jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker,” lanjutnya.

Ditambahkan Ganjar, simulasi tersebut sekaligus sebagai langkah awal menjawab keluhan pelaku wisata. Mengingat selama pandemi ini, sebagian besar destinasi wisata di Jateng ditutup, yang tentu berdampak pada tidak adanya pemasukan.

“Simulasi ini nantinya bisa menjadi satu obat rindu bagi yang ingin piknik. Saya juga mendapat keluhan dari pelaku wisata. Tapi maaf, belum membuka dengan kapasitas besar. Yang terpenting adalah menyiapkan protokol kesehatan, aman bagi pengunjung dan tidak ada potensi penularan (Covid-19),” papar gubernur.

Ganjar memastikan simulasi serupa juga segera dilakukan di sejumlah objek wisata lain di Jawa Tengah. “Borobudur ini menjadi sampel karena objek wisata besar. Di tempat lain juga ada upaya yang sama. Desa wisata yang berada di zona hijau juga nantinya kita buka,” papar dia.

Sementara itu, Direktur Utama TWCB Edy Setijono mengungkapkan, selain Candi Borobudur, simulasi sama juga dilakukan di Candi Prambanan dan Candi Boko. Dari simulasi tersebut akan dievaluasi, sebagai bahan pertimbangan guna memutuskan kapan objek wisata dibuka.

“Dalam simulasi ini kami siapkan layanan dan fasilitas terkait protokol kesehatan. Maka, kami mengundang Pak gubernur dan Pak bupati untuk mengevaluasi. Kami menunggu hasilnya,” ucapnya.

Setelah dibuka, lanjut Edy, jumlah pengunjung akan dibatasi. Untuk tahap awal, mungkin akan dibatasi sebesar 20 persen dari kapasitas pengunjung. “Normalnya per hari mencapai 7.000 pengunjung. Kami nanti akan bertahap,” tandasnya. (bay/ria)

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *