Bisnis Perhotelan dan Penginapan Terdampak Pandemi Covid-19, Enam Hotel Dijual Cepat

oleh -35 views

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Dampak pandemi Covid-19 ini sudah menimpa banyak sektor usaha, tak terkecuali hotel, resort dan penginapan.

Bagaimana tidak, objek wisata ditutup, akses jalan juga dibatasi, orang tak boleh berkerumun atau ramai-ramai gelar acara pesta, jaga jarak dan seterusnya. Sehingga angka okupansi hotel terjun bebas.

Dari yang biasanya 65-100 persen kini okupansi di bawah 20 persen bahkan tak ada tamu menginap di hotel.

Di wilayah Semarang tercatat sudah ada enam hotel yang dijual akibat pengaruh pandemi Covid 19.

Sedangkan yang berhenti operasi sementara atau merumahkan karyawannya, sudah banyak. Wakil Ketua PHRI Jawa Tengah, Bambang Mintosih, mengatakan, memang sudah banyak hotel dijual tapi pria yang akrab disapa Benk ini enggan menyebutnya karena privasi.

“Di antara 62 hotel berbintang, yang sudah menyatakan diri dijual ada enam hotel. Kalau disebut nama hotelnya nanti saya kesalahan. Ada di kawasan Gajah dan Dipenogoro,” kata Bambang Mintosih.

Dijelaskannya, di Kota Semarang berbeda dengan di Bali dan Batam yang terang-terangan menjual hotel secara terbuka.

Para pemilik hotel di Semarang kebanyakan lebih memilih memasarkan hotelnya secara diam-diam. Hal itu untuk menghindari aksi kejahatan seperti penipuan.

“Kalau jual hotel selalu off the record hanya biasanya melalui yang dikuasakan dan personal broadcast. Pembeli juga ditanyakan dulu dapat informasi darimana, core bisnisnya apa? mempunyai Latter of Intent nggak? tidak bisa semata langsung. Kalau hotel dijual sekarang, paling cepat lakunya lima bulan,” kata Benk.

Menurut Benk, kondisi saat ini, jika pemilik hotel pintar maka pasti akan memilih menjual dibanding mempertahankan.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *