Bermula Hanya Untuk Latihan, Paralayang di Segorogunung Karanganyar Kian Diminati Wisatawan

oleh -2 views

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR – Landasan paralayang di Desa Segorogunung Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar menjadi satu objek wisata yang kian diminati para wisatawan saat akhir pekan.

Untuk semakin mengembangkan sport tourism terutama paralayang, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuat program pelatihan pemandu wisata paralayang di sejumlah kabupaten/kota yang memiliki landasan olahraga terbang itu. Satu di antaranya yakni Kabupaten Karanganyar.

Setelah lulus mengikuti pelatihan pemandu wisata paralayang, para peserta itu akan mendapatkan lisensi PL (Pilot)-1 atau pilot amatir.

Aktivis sekaligus atlet paralayang asal Karanganyar, Febrian Kurnia Putra menyampaikan, landasan paralayang di Segorogunung telah ditemukan sejak tahun 1980-an. Semula lokasi tersebut digunakan warga sekitar untuk aktivitas perkebunan, hingga akhirnya lahan itu dibeli dan diatasnamakan oleh teman-teman pegiat paralayang.

“Awalnya memang buat latihan. Mulai 2013 hingga sekarang, baru dibuka untuk wisatawan. Kita melayani tandem terbang pada Sabtu dan Minggu. Kalau untuk sekedar melihat pemandangan, setiap hari buka,” katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (5/9/2020).

Hingga saat ini ada sebanyak 7-10 orang yang dapat mendampingi wisatawan melakukan penerbangan.

Dia mengungkapkan, peningkatan jumlah wisatawan yang mengunjungi kawasan landasan paralayang terjadi mulai satu tahun terakhir.

“Rata-rata, Sabtu itu bisa melayani 20-30 kali terbang. Minggu, 40-50 kali terbang. Kita sekali terbang (biaya) Rp 400 ribu per orang. Itu nanti dibagi untuk perawatan, pemilik saham dan pilot,” ucapnya.

Terkait program pelatihan pemandu paralayang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dia menjelaskan untuk dapat menjadi pemandu terbang dan mendampingi para wisatawan melakukan penerbangan, seorang pemandu harus memiliki lisensi PL-3.

“Program dari kementerian itu nanti keluar lisensinya PL-1. Padahal kalau lisensi pemandu terbang paling tidak harus PL-3, baru bisa menjadi tandem (mendampingi) terbang,” jelasnya.

Lanjut Febrian, pemandu berlisensi PL-1 itu nanti selain dapat menjelaskan terkait seputar wisata paralayang, peralatan yang dibutuhkan, juga dapat melanjutkan jenjang menjadi seorang atlet.

“Setelah jadi atlet bisa menambah jam terbang hingga nantinya dapat menjadi pemandu terbang paralayang,” terangnya.

Sebelumnya, menindaklanjuti program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar telah membuka pendaftaran peserta pelatihan dengan beberapa kriteria.

Seperti berdomisili di Karanganyar, usia minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani, menyertakan surat pengantar dari desa setempat dan tidak fobia ketinggian. Untuk melatih para peserta, dinas menggandeng rekanan atau pelatih yang telah bersertifikat nasional. (Ais)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *