Berani Bergerilya Hadapi Korona – Suaramerdeka

oleh -37 views

  • Sabtu, 13 Juni 2020 | 00:20 WIB
  • Penulis:

SEMARANG, suaramerdeka.com – Peristiwa pandemi Covid-19 mampu mengubah banyak hal. Termasuk perilaku dalam menyelenggarakan acara. Keadaan tersebut memicu banyak pihak dalam bersikap. Seperti berada di planet baru, yang mempunyai aturan berbeda di planet sebelumnya. ”Kita berada di planet baru. Itu istilah kami. Dulu berbicara mengenakan masker tidak sopan, sekarang diharuskan memakai. Dulu tidak jabat tangan tidak sopan, saat ini kita harus jaga jarak,” kata General Manager Mahkota Enterprise, Indra Suryajaya.

Di planet baru, kata Indra, kita harus berani bergerilya menghadapi korona. Selain itu kita harus melek teknologi. Menggunakannya kemudian mengembangkannya. Ini esensi gerilya. ”Pandemi ini mengubah banyak hal. Kita yang biasanya konservatif, kini harus mengubah diri. Menerapkan teknologi yang ada, mengenal, dan mengaplikasikannya dengan baik,” ucapnya. Saat ini sudah ada alat yang mengukur suhu tubuh tanpa thermogun. Pintu dengan detektor suhu tubuh, serta pintu yang tidak akan terbuka jika orang yang masuk tidak mengenakan masker. ”Melek teknologi adalah tuntutan. Kami sudah kali keempat membuat simulasi kegiatan New Normal, yang melakukan protokol kesehatan, dari yang dilakukan teman-teman event organizer. Melakukan terobosan kreativitas sangat penting,” ujarnya.

Pihaknya belum lama ini menggelar acara bertajuk ”Wedding Studio & Drive-in New Normal” di Gedung Merapi Grand Ballroom, New PRPP Convention Center, Jalan Puri Anjasmara. Selain pesta pernikahan yang disiarkan secara langsung di internet, bermacam protokol kesehatan dilakukan di acara tersebut. Tanda kehadiran juga dilakukan secara digital. ”Tamu dibatasi 30 orang. Kami buat dua sesi. Pertama adalah pesta pernikahan tradisional, kedua konsep internasional. Pesta ini yang menyaksikan tidak terbatas karena live streaming,” ungkapnya. Menurutnya, jumlah kegiatan tidak akan bisa kembali seperti sebelum New Normal. Di dalam ruangan, akan terbatas dengan kondisi gedung. ”Kita harus membuat paket sesuai dengan kondisi saat ini,” tuturnya.

General Manager Hotel Star, Benk Mintosih, membahas tentang tingkat kedisiplinan. Kesadaran untuk disiplin menjalanan sepenuhnya protokol kesehatan harus didorong. ”Masih belum sepenuhnya kita jalankan. Kita harus sepakati bersama tidak mengenakan masker, tidak boleh masuk. Kita mencoba mengawasi internal kita. Kita sering merasa tidak sakit, sehingga lupa. Jika ada protokol jaga jarak,” ucap Benk. Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jateng, Joko Suratno, mengatakan, di masa New Normal, pihaknya melakukan strategi pemasaran ekowisata. Di konsep tersebut, sudah memberlakukan pembatasan jumlah peserta sejak lama. ”Kami menunggu kebijakan pemerintah. Tolong disosialisasikan protokol kesehatan. Sinergi dengan pusat,” kata Joko.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *