Belasan SMP Negeri di Cilacap Kekurangan Siswa hingga Batas Akhir PPDB

oleh -16 views

  • Jumat, 10 Juli 2020 | 06:45 WIB
  • Penulis:

CILACAP, suaramerdeka.com – Belasan SMP negeri yang menggelar penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online di Cilacap mengalami kekurangan siswa. Pasalnya, hingga batas akhir PPDB, pendaftarnya tidak memenuhi kuota yang disiapkan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Kastam mengatakan, PPDB online SMP di Cilacap sudah digelar Rabu-Sabtu (1-4/7). SMP yang menyelenggarakan PPDB sebanyak 66 sekolah. Di dalamnya ada tujuh SMP swasta, dan selebihnya negeri.

“Dari 59 sekolah negeri di Cilacap yang menggelar PPDB online itu, ternyata kuota yang disiapkan tidak semuanya terisi. Terhitung, ada 11 SMP negeri yang pendaftarnya tidak memenuhi kuota yang disediakan sekolah,” kata Kastam, ditemui Rabu (8/7).

Disampaikan, bahwa sekolah yang kuotanya tidak bisa terpenuhi itu, rata-rata berada di wilayah pinggiran. Termasuk di dalamnya, SMP di Kecamatan Kampung Laut yang mayoritas wilayahnya berada di tepian Laguna Segara Anakan dengan alat transportasi utama berupa perahu.

“Tidak terpenuhinya kuota PPDB di 11 SMP negeri itu utamanya disebabkan jumlah SD yang ada di sekitar itu terbatas. Yang kedua, lulusan SD-nya tidak bisa memenuhi kuota. Karena itu, kuota di 11 SMP negeri itu tidak bisa terpenuhi,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut dia sejumlah lulusan SD yang ada di wilayah pinggiran itu, ada yang memilih melanjutkan di sekolah lain. “Contoh, di daerah Kampung Laut, ini kan secara transportasi terbilang sulit. Ternyata, anak-anak Kampung Laut itu ada yang memilih sekolah di kota (Cilacap),” kata Kastam, yang pernah menjadi Kepala SMP Negeri 2 Kampung Laut itu.

Secara umum, lanjut dia sekolah yang kuotanya tidak terpenuhi itu umumnya tetap bisa memperoleh siswa lebih dari dua rombel. “Hanya saja, kuotanya tidak terpenuhi, sebagaimana yang diusulkan,” kata dia.

Sementara itu, untuk 48 SMP negeri lainnya yang menerapkan PPDB online, pendaftarnya bisa memenuhi kuota. Bahkan, banyak di antaranya yang pendaftarnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan kuota yang disiapkan. “Setiap pendaftar di sekolah negeri diberi pilihan alternatif, sampai tiga sekolah. Jadi kalau tidak diterima di sekolah yang menjadi pilihan utama, berpeluang diterima di sekolah pilihan kedua, atau ketiga,” kata dia.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *