Badan Otorita Borobudur Belum Akan Buka Destinasi Wisata

oleh -14 views

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com – Badan Otorita Borobudur (BOB) belum bakal membuka destinasi wisata  yang berada di bawah pengelolaan mereka meski sudah masuk dalam penerapan New Normal. Satuan kerja (Satker) di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) itu lebih memilih untuk melakukan persiapan menuju masa kenormalan baru tersebut.

“Untuk pembukaan Deloano Glamping di Purworejo sebagai salah satu destinasi wisata kami belum dibahas sampai kesana, karena kami patuh pada kebijakan pemerintahan pusat dan daerah. Maksudnya kalau  pemerintah pusat sudah mengizinkan pembukaan tempat wisata tapi daerah belum kan kami tak bisa memaksakan,” tutur Direktur Utama (Dirut) Indah Juanita, Selasa (9/6).

Menurut Indah, saat ini pihaknya masih menyusun SOP pembukaan kembali destinasi wisata berdasarkan protokol pencegahan Covid-19.

“Kami bekerja sama dengan Pemprov DIY dan Jateng dalam menyusun SOP saat New Normal nanti. Misalnya dalam menerima tamu itu harus seperti apa. Ini masih kami matangkan terus,” jelas Indah.

Sembari menunggu selesainya SOP tersebut, ungkap Indah, pihaknya lebih memilih berkonsentrasi pada persiapan-persiapan menuju New Normal. Persiapan seperti membersihkan kawasan wisata Deloano Glamping yang sudah ditutup sejak dua bulan terakhir seiring Covid-19.

“Persiapan sudah kami mulai sejak beberapa hari terakhir dimulai dari obyeknya dibersihkan lokasi, disemprot disinfektan, kamar kamarnya. Disiapkan protokol covid, ada tempat cuci tangan, ada penanda jaga jarak,” ungkap wanita berhijab ini.

Seperti yang terlihat sepanjang hari kemarin, pembersihan dan penyemprotan dilakukan di kawasan Delaoano Glamping. Selain menyemprotkan cairan disinfektan di beberapa titik, juga dilakukan penyemprotan. Untuk penyemprotan difokuskan pada kamar-kamar penginapan.

“Penyemprotan kami lakukan dua sesi, yakni untuk eksterior dengan cairan disinfektan lalu interior dengan pengasapan,” sambung salah satu koordinator penyemprotan Stief Agus Susanto.

Stief mengatakan, pengasapan yang dilakukan di Deloano menggunakan teknologi khusus bernama thermal nano fogging dimana mengubah cairan menjadi nano atau partikel berukuran sangat kecil.
 
“Dengan teknologi ini maka asap bisa menjangkau ke seluruh bagian ruangan. Ini aman untuk makhluk hidup, tidak meninggalkan bekas baik aroma, bercak dan noda serta tidak korosif. Beda dengan disinfektan dan teknologi ini bisa membunuh kuman, bakteri dan virus sampai 99 persen karena sudah diuji di laboratorium Dinkes Provinsi DIY,” tandas dia.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *