Asyiknya Menikmati Wisata Sedekah Bumi dan Parade Pecing di Pekalongan : Okezone Lifestyle

oleh -1 views

Sedekah Bumi dan Parade Pecing (Orang-orangan Sawah) di area persawahan Desa Bantarkulon, Lebak Barang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, diyakini merupakan salah satu bagian dari daya tarik wisata tematik di daerah tersebut.

Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) PCNU Kabupaten Pekalongan, Eko Ahmadi mengatakan, kegiatan ini antara lain bertujuan untuk menggerakkan desa menjadi desa produksi dan wisata tematik perdesaan, terutama di Desa Bantarkulon.

 pecing

“Selain untuk melestarikan tradisi yang sudah ada, melalui kegiatan seperti ini kami berharap agar kunjungan wisata ke Desa Bantarkulon bertambah. Kemudian, lama tinggal pengunjung juga meningkat sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan Desa Bantarkulon memiliki tiga bidang unggulan, yakni pertanian, industri olahan dan pariwisata. “Kami berharap, ketiganya bisa berkolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pada parade pecing (orang-orangan sawah) tersebut berderet mengelilingi kompleks persawahan Desa Bantarkulon. Benda yang biasa digunakan untuk mengusir hama burung itu sengaja dipamerkan setelah diarak keliling desa.

“Acara kali ini adalah soft lounching desa wisata tematik melalui sedekah bumi dan parade pecing. Keduanya merupakan tradisi yang harus tetap dilestarikan,” kata Kepala Desa Bantarkulon, Sumadri.

Ia menjelaskan baik sedekah bumi maupun pecing memiliki makna tersendiri. Sedekah bumi, dalam hal ini merupakan wujud syukur dari para petani atas panen yang telah dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada petani.

“Pembuatan tumpeng sedekah bumi dilakukan sebagai wujud syukur dan terima kasih petani karena diberikan panen yang baik. Sedekah juga berarti mengawali benih yang baik untuk pertanian selanjutnya,” katanya.

Sedangkan pecing biasa digunakan oleh para petani untuk mengusir hama burung pipit yang kerap memakan padi. Bentuk atau wujud dari pecing ini berbagai macam, tergantung selera pembuatnya.

Baca juga: Liburan ke Labuan Bajo, Asyiknya Salmafina Sunan Berjemur Pakai Bikini

“Khusus untuk parade pecing kali ini, kami membebaskan para peserta untuk membuat pecing dengan wujud dan bahan apa pun, sebagai simbol survive hidup dan makna keadaan petani yang bukan lagi konsumen, namun wajib jadi produsen,” pungkasnya.

(DRM)

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *