Aksi Sosial Eks Napi Teroris yang Kembali ke Pangkuan NKRI

oleh -33 views

  • Minggu, 7 Juni 2020 | 00:00 WIB
  • Penulis:

SIAPA sangka, di yayasan bernama Gema Salam ini mayoritas anggotanya adalah mantan narapidana (napi) teroris. Namun, jangan takut dan khawatir kalau mereka akan menebar teror di Tanah Air. Mereka sudah bertaubat dan sudah menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

SM/dok : BANTUAN MASKER: Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo menerima secara simbolis bantuan seribu masker
dari Yayasan Gema Salam.(53)

Berdiri sejak 2017 dan beranggotakan sekitar 50 mantan napi teroris dari Solo Raya dan Jateng, banyak kegiatan sosial yang dilakukan yayasan ini. Tak terkecuali saat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung secara global termasuk di Indonesia. ”Kegiatan selama Covid-19 ini kami lebih banyak ke sosial dan ikut serta dalam program-program pemerintah khususnya Jateng dan Kota Surakarta. Seperti bagi-bagi masker di sejumlah ruas jalan baik di Kota Solo dan Sukoharjo. Kami juga menyumbang 1.000 masker ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang diterima langsung Gubernur serta Wakil Gubernur,” jelas Ketua Yayasan Gema Salam Joko Triharmanto,S.Pd pada Suara Merdeka, Kamis (14/5).

SM/dok : BANTUAN MASKER: Ketua Yayasan Gema Salam Joko Triharmanto,S.Pd
(berkopiah) membentangkan spanduk bersama rekan-rekannya sebelum kegiatan
aksi peduli di kawasan Patung Slamet Riyadi Kota Solo.

Tak hanya 1.000 masker saja yang dikirim ke provinsi, tapi Joko dan rekanrekannya juga mengalokasikan masker dengan jumlah yang sama di Kota Solo. Kali ini mereka langsung menyasar ke Gedung Graha Wisata Sriwedari yang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dijadikan pusat karantina bagi pemudik. ”Ribuan masker yang kami bagikan ini semuanya hasil karya dari temanteman exnapiter. Jadi kami memanfaatkan mesin jahit yang sebelumnya dipakai menjahit baju-baju muslim, tapi karena dampak Covid-10 ini maka usaha konveksi berhenti dan mesin jahit banyak yang menganggu. Akhirnya, saya berinisiatif daripada mesin tidak bermanfaat maka mesin jahit saya setting untuk memproduksi masker dengan target untuk amal sholeh yaitu dibagikan gratis. Adapun untuk bahan kami kami ambil dari sisa-sisa potongan konveksi yang dimiliki teman-teman satu paguyuban,” papar pria kelahiran Lendah, Kulon Progo, 47 tahun silam itu.

SM/dok :
BERI PAPARAN: Ketua Yayasan Gema Salam Joko Triharmanto, memberikan
paparan dalam sebuah seminar di Kota Solo

Banyaknya pembatasan sosial karena Covid-19, Joko mengaku selama Ramadan ini kegiatan para anggota Gema Salam lebih fokus pada kegiatan pribadi masing-masing yaitu puasa, salat tarawih di kediaman masingmasing. Namun untuk mengobati rasa kangen untuk bertemu antaranggota, mengadakan kegiatan sosial-lah yang menjadi pilihan. ”Jadi memang tidak sekedar berkumpul dan bertemu saja, namun bermanfaat misalnya tebar nasi bungkus untuk takjil di beberapa ruas jalan. Termasuk bagi-bagi masker tadi,” ungkap pria yang menyebut dirinya bagian dari para pelaku kasus Bom Bali 1. Bahkan memiliki keahlian merakit bom dan sebagai tangan kanan gembong teroris almarhum Nordin M Toop.

SM/dok :
PELATIHAN BUAT BLANGKON: Sejumlah anggota Yayasan Gema Salam tengah mengikuti pelatihan
membuat blangkon yang disponsori Najwa Sihab.SM/dok

Diakui Joko, adanya Korona yang sudah berjalan hampir dua bulan ini juga berdampak bagi para eks napiter di Yayasan Gema Salam yang diakuinya sebagian besar anggota juga belum stabil secara ekonomi. ”Kami tidak banyak yang bisa kami perbuat dengan adanya wabah ini. Kami hanya bisa sedikit menjaga agar ”suhu” tidak naik yaitu dengan cara pengurus mencarikan dan memberikan kebutuhan sembako ke teman-teman. Target kami terpenting kalau dirumah masing-masing anggota kebutuhan sembako terpenuhi bisa sedikit melegakan mereka. Walaupun sebenarnya kebutuhan lainnya juga masih banyak yang belum bisa mendapat solusinya. Jadi sembako ini sifatnya hanya bisa bertahan dan sedikit menjaga ”suhu” agar tidak naik secara drastis,” tandas dia.

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *