9 Kecamatan di Kabupaten Cilacap Masih Zona Merah

oleh -37 views

Pengalihan Arus Kewilayah Zona Merah
FOTO: FAISAL R. SYAM/FAJAR INDONESIA NETWORK.

CILACAP – Sembilan kecamatan di Kabupaten Cilacap masih berstatus zona merah. Status tersebut masih diberikan kepada kecamatan yang masih ada pasien terkonfirmasi positiv covid-19.

Sembilan kecamatan tersebut adalah Kecamatan Wanareja, Majenang, Cimanggu, Gandrungmangu, Adipala, Kesugihan, Cilacap Utara, Cilacap Tengah dan Cilacap Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griana Dewi mengatakan, di dalam kecamatan tersebut memang tidak di semua desanya merupakan zona merah.

Maka dari itu, pihaknya masih akan melihat pasien positif tersebut ada di desa apa saja.
“Pasien terkonfirmasi positif itu di desa mana. Desa tempat tinggal pasien positif itulah yang zona merah,” katanya setelah rapat dengan Forkopimda di Pendopo Wijayakusuma, Rabu (3/6).

Dari 9 kecamatan yang berstatus zona merah tersebut, memang ada beberapa kecamatan yang hanya 2 atau 3 desa saja yang masih zona merah. Desa yang masih zona merah ini menurut dia masih perlu hati-hati, terutama untuk tidak membuka rumah ibadah terlebih dahulu.

“Takutnya ada OTG (Orang Tanpa Gejala). Karena yang kita tahu, pasien yang sudah terkonfirmasi positif itu kan bisa menular, dan yang ketularan bisa tanpa ada gejala. Kalau OTG tersebut ikut jamaah misalkan, kan penularannya sangat besar,” jelasnya.

Secara umum, kabupaten Cilacap menurut dia sudah memenuhi syarat atau siap menerapkan new normal. Karena sesuai persyaratan WHO, dan Bappenas, sebagian besar sudah terpenuhi.

“Memang ada untuk pemeriksaan, positivity ratenya (PCR) masih lebih dari 5 persen, karena jumlah pemeriksaannya masih sedikit. Oleh karena itu, minggu depan kita akan perbanyak pemeriksaan ,” ungkapnya.

Kalau sudah banyak yang diperiksa, dia menambahkan, dan tidak ditemukan positiv terlalu banyak maka presentasi juga akan mengecil. “Sebelumnya kita memeriksa PCR kepada yang reaktif, jadi kemungkinan besar memang jadi positif. Senin depan kita akan sampling kepada yang beresiko tinggi,” tandasnya. (nas)

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *