9 Kebun Binatang di Jateng Dibuka, Pengelola Wajib Cek Kesehatan Pegawai

oleh -20 views

Merdeka.com – Sejumlah pengelola kawasan kebun binatang di Jawa Tengah yang mengajukan dibukanya tempat wisatanya, para petugas yang berhubungan langsung dengan hewan di kebun binatang agar menjaga jarak fisik guna mencegah penularan covid-19.

“Kami minta petugas yang berhubungan langsung dengan hewan harus adaptasi tehadap situasi new normal sebagai bentuk pencegahan penularan covid-19. Cara itu bisa tetap menjaga jarak fisik, memakai masker dan sarung tangan, serta mencuci tangan sabun,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Darmanto saat dikonfirmasi, Selasa (16/6).

Apalagi saat ini, Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah meminta kepada para pengelola kebun binatang untuk meningkatkan pencegahan terhadap potensi penularan Penyakit Infeksi Baru (PIB) dan virus zoonosis seperti penularan flu burung, rabies dan covid-10.

“Jadi semua para pemilik lembaga konservasi, pengelola bonbin wajib memastikan kesehatan petugas secara rutin minimal dua kali, bebas penyakit tuberkulosis, hepatitis B, hepatitis C, salmonella. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap wabah lainnya mulai covid-19, rabies, antrax dan flu burung,” ujarnya.

Petugas di lapangan diwajibkan pakai APD saat bekerja. Sedangkan aturan pembukaan wisata kebun binatang maupun lembaga konservasi saat ini harus menunggu rekomendasi dari perwakilan gugus tugas percepatan pencegahan covid-19. Selain itu, meminta para petugas medis melakukan simulasi untuk menanggulangi penularan covid-19 dari satwa ke manusia maupun sebaliknya.

“Kita sudah kirimkan surat edaran kepada sembilan pengelola kebun binatang di jateng. Bila taman satwanya dibuka saat new normal, juga harus sesuai persetujuan dari bupati dan walikota setempat. Semua sarana dan prasarana bagi pengunjung perlu mentaati aturan Covid-19,” ungkapnya. [ded]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *