7 SMP Negeri di Cilacap Kekurangan Siswa

oleh -19 views

Cilacap, Gatra.com – Sebanyak tujuh sekolah lanjutan menengah (SMP) negeri di Cilacap, Jawa Tengah kekurangan siswa atau tidak memenuhi kuota yang diminta. Ketujuh sekolah itu rata-rata berada di daerah pinggiran.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap, Kastam mengatakan bahwa tujuh sekolah itu berada di Kecamatan Kampung Laut, Kedungreja dan Kecamatan Kroya. 

Diketahui, tiga wilayah tersebut merupakan wilayah pinggiran.

“Ada tujuh sekolah. Ya rata-rata berada di daerah batas,” katanya, Jumat (10/7).

Kastam mengatakan sebelumnya sekolah menerima kuota perolehan 11 SMP Negeri. Namun, setelah PPDB berakhir, sekolah tersebut mendapatkan siswa dari sekolah yang tak tertampung di SMP lainnya.

“Itu data awal. Ternyata beberapa sekolah dapat lemparan dari sekolah pilihan di atasnya sehingga menjadi penuh, dan yang tertutup, rata-rata kurangnya sedikit,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, penyebab tak terpenuhinya kuota siswa itu di antaranya sekolah berada di wilayah dengan kepadatan penduduk rendah. Lantaran berada di wilayah pinggiran, maka jumlah penduduk pun tidak sepadat wilayah kota atau kecamatan, terlebih kabupaten.

Penyebab lainnya yakni, lulusan sekolah dasar (SD) berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, ada pula sekolah yang menambah kelas. 

“Terdapat beberapa sekolah yang menambah rombel,” ujarnya.

Penyebab lainnya adalah beberapa siswa yang memilih sekolah di luar wilayahnya. Meski berada di wilayah pinggiran, siswa memilih sekolah yang ada di kota atau di tempat lain sesuai dengan yang dipilih orang tua atau siswa itu sendiri.

Di Cilacap, total ada 196 SMP. Dari jumlah itu, sebanyak 68 di menyimpulkan merupakan sekolah negeri. Tambah dengan sekolah satu atap disetujui mencapai 84 SMP. Sisanya adalah sekolah swasta.

Dari jumlah itu, sebanyak 66 sekolah menerima peserta didik baru (PPDB) online. Dari jumlah itu, tujuh di perhitungan SMP swasta. Sisanya merupakan sekolah negeri.


Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Anthony Djafar


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *