690 Objek Wisata Mulai Buka Jateng Sasar 20 Juta Wisatawan

oleh -13 views

Magelang, Gatra.com – Meski dihantam badai pandemi Covid-19, namun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan sebanyak 20 juta orang wisatawan hingga akhir tahun 2020. Namun demikian, seluruh tempat wisata menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmadi mengatakan, target kunjungan itu tidak terlalu berharap pada wisatawan mancanegara. “Sebelum Covid-19 target wisatawan nusantara 50 juta, tapi sekarang tidak terlalu muluk-muluk target saya untuk Jawa Tengah 20 juta,” ungkapnya dalam kunjungannya di Magelang, Sabtu (11/7).

Kenapa 20 juta ?, lanjut Sinoeng, karena pada Januari, Februari, Maret sudah ada yang berkunjung sekitar 9-10 juta. “Maka kalau tiga bulan terakhir Oktober, November, Desember bisa menambah 9 sampai 10 juta lagi itu cukup realistis,” katanya.

Sinoeng mengatakan, bahwa saat ini dari 690 tempat wisata di Jawa Tengah sudah mulai beroperasi secara bertahap dan sudah ada 103 yang buka. Lalu ada 23 tempat wisata masih dalam proses izin dari Gugus Tugas Covid-19.

Dipastikan semuanya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dengan simulasi, buka terbatas dan bertahap.

Ia meminta para Kepala Dinas Pariwasata di kabupaten/kota di Jawa Tengah agar melaporkan segala perkembangan yang ada. Kepada pengelola wisata pun diminta untuk tidak serta membuka tapi tetap harus mengajukan izin kepada Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten/kota masing-masing.

“Saya ingin mendorong kepada teman-teman, Dinas Pariwisata untuk mereport perkembangan supaya kita bisa mempromokan. Kita bisa mengedukasi dan menyosialisasi kepada teman-teman pengiat pariwisata, ini lho kalau mau share seperti ini yang harus Anda patuhi, Jadi tidak bisa serta merta Anda buka tanpa mengajukan izin kepada Gugus Tugas Kabupaten setempat,” katanya.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, izin dibuka kembali setelah melakukan simulasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Kemudian, dilakukan uji coba dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan mengenai epidemiologi satu wilayah tersebut masuk zona hijau, zona kuning, merah atau oranye.


Reporter: Raditia Yoni

Editor: Birny Birdieni


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *