5 Fakta Benteng Pendem Ambarawa, Bangunan Peninggalan Belanda yang Kini jadi Penjara

oleh -14 views

5 Fakta Benteng Pendem Ambarawa, Bangunan Peninggalan Belanda yang Kini jadi Penjara
Benteng Pendem Ambarawa. ©Kemdikbud.go.id

Merdeka.com – Benteng Fort Williem I atau yang lebih dikenal warga sekitar dengan nama Benteng Pendem Ambarawa adalah benteng tua tempat berlindung para serdadu Belanda yang dibangun pada 1834. Ketika mengunjungi tempat itu, Benteng Fort Williem I tampak lekat dengan kesan mistis dan menyeramkan. Hal itu wajar karena bangunannya memang sudah tidak terurus lagi.

Walau begitu, bangunan itu masih tampak megah dan tak pernah sepi dikunjungi wisatawan. Mereka bahkan rela jauh-jauh datang dari luar kota hanya untuk sekedar berfoto di tempat itu. Padahal, tempat itu belum resmi menjadi tempat wisata.

Di balik pesonanya, benteng itu memiliki sejarah yang panjang. Berikut ini adalah beberapa fakta tentang Benteng Pendem Ambarawa yang mempesona.

1 dari 5 halaman

Pengaruh Revolusi Belgia

benteng pendem ambarawa

©Kemdikbud.go.id

Dilansir dari Kemdikbud.go.id, pendirian Benteng Pendem Ambarawa berkaitan dengan bergolaknya Revolusi Belgia pada 1830. Waktu itu, terjadi pergolakan pada masyarakat Belgia yang berusaha memisahkan diri dengan Kerajaan Belanda. Mereka ingin memisahkan diri karena dasar perbedaan agama dan ekonomi.

Adanya pergolakan itu menjadi dasar Gubernur Hindia Belanda waktu itu, Jenderal Van Der Bosch, untuk mendirikan benteng-benteng pada beberapa titik di Pulau Jawa, salah satunya di Ambarawa.

Waktu itu, Ambarawa dipilih sebagai titik pertahanan karena letaknya yang berada di jalur yang menghubungkan Semarang dengan pedalaman. Jadi apabila seluruh wilayah pesisir sudah jatuh ke tangan musuh, para tentara yang mundur dapat melarikan diri dan berkumpul di kota itu dan selanjutnya melancarkan serangan balik.

2 dari 5 halaman

Proses Pembangunan Benteng

benteng pendem ambarawa

©2020 liputan6.com

Berbagai keperluan disediakan untuk pembangunan benteng ini. Tercatat, proyek pembangunannya melibatkan insinyur zeni, penjaga, 3.000 kuli pribumi, dan beberapa tahanan yang dihukum kerja paksa. Selain itu guna menghemat biaya pengangkutan, batu bata dan genting dibuat di dekat benteng dengan mendirikan tungku-tungku pembakaran.

Bangunan ini mulai ditempati para prajurit pada 1844 sekalipun pembangunannya belum selesai. Sebagai penghormatannya pada Raja Belanda, bangunan yang akhirnya rampung pada tahun 1850 itu diberi nama “Willem I”.

3 dari 5 halaman

Sempat Diguncang Gempa

benteng pendem ambarawa

©Goodnewsfromindonesia.id

Pada 1865 dan 1872, Benteng Pendem Ambarawa sempat diguncang gempa. Karena dua peristiwa itu, konstruksi benteng menjadi tidak aman dan para prajurit harus pindah di barak yang berada di luar benteng.

Tak hanya itu, langit-langit pada lantai dua yang terlalu rendah membuat ruangan terasa pengap dan panas untuk ukuran orang Eropa. Selain itu, adanya teknologi artileri membuat meriam bisa ditembakkan secara akurat walau dalam jarak yang jauh. Oleh karena itulah benteng itu perlahan mulai ditinggalkan.

4 dari 5 halaman

Dijadikan Penjara

benteng pendem ambarawa

©Goodnewsfromindonesia.id

Setelah tidak berfungsi sebagai tempat pertahanan, benteng itu kemudian difungsikan sebagai penjara pada masa penjajahan Jepang. Setidaknya ada seribu orang Eropa yang ditahan Jepang di benteng itu. Di sana mereka diberi jatah makan yang sedikit.

Setelah masa kemerdekaan, tentara sekutu berusaha mengevakuasi para tahanan Eropa dari benteng ini. Ternyata mereka juga berniat kembali menguasai Indonesia. Warga Ambarawa melawan. Maka dari itulah terjadi peristiwa Palagan Ambarawa. Setelah peristiwa itu, para tahanan yang ditahan di benteng ini dipindahkan ke Semarang.

5 dari 5 halaman

Benteng Fort Williem II Masa Kini

benteng pendem ambarawa

©Goodnewsfromindonesia.id

Setelah tahun demi tahun berjalan, mulai 2003 benteng itu dialihfungsikan menjadi Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II Ambarawa. Bila ingin mengunjungi benteng ini, wisatawan bisa minta izin dulu kepada petugas LAPAS.

Tempat ini kemudian semakin ramai dikunjungi wisatawan. Mereka umumnya hendak mengambil foto. Selain itu banyak juga pasangan yang menjadikan tempat ini untuk foto Pre Wedding.

[shr]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *