17 Daerah di Jateng Terdampak Rob

oleh -31 views

  • Sabtu, 6 Juni 2020 | 00:07 WIB
  • Penulis:

SEMARANG, suaramerdeka.com – Sebanyak 17 kabupaten/kota di Jateng terdampak rob. Ke-17 daerah itu, yakni Kabupaten Purworejo, Kota/Kabupaten Tegal, Batang, Cilacap, Demak, Wonogiri, Jepara, Kebumen, Kota/Kabupaten Pekalongan, Rembang, Pemalang, Kota Semarang, Pati, Brebes, dan Kabupaten Kendal.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kalakhar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Permana, Jumat (5/6).

”Kami sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi dan juga berkoordinasi dengan pihak terkait,” kata Sarwa Permana. Meski tidak ada korban jiwa, namun banyak yang terpaksa mengungsi.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, Kota Tegal meliputi empat kelurahan dari dua kecamatan yang tergenang rob, yakni Kelurahan Tegalsari, Muarareja, dan Kelurahan Panggung (Kecamatan Tegal Barat).

Kemudian, Kelurahan mintaragen, Kecamatan Tegal Timur. Secara umum, ketinggian air rata-rata 50-80 cm, dan 28 orang terpaksa mengungsi.

Kelurahan Karangasem, Kec/Kab Batang, rata-rata tinggi air 10 cm, dengan 80 orang mengungsi.

Kota Pekalongan yang meliputi, Kelurahan Slamaran, Kandang Panjang, Bandengan, Padukuhan Kraton, Krapyak, Panjang Wetan, Kelurahan Panjang Baru, dan Kelurahan Degayu Kecamatan Pekalongan Utara dengan jumlah pengungsi 84 orang.

Kemudian, Kelurahan Kalibaros, Gemer, Noyontaan Sari, Sentono, Poncol, Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan dengan jumlah pengungsi sebanyak orang.

Kelurahan Buaran, Soko Duwet, Banyuurip, Jenggot, Kuripan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan juga bernasib serupa.

Selanjutnya, Kelurahan Pasir Kramat, Bendan Kregon, Tirto, dan Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dengan jumlah pengungsi 10 orang.

Untuk Kabupaten Demak meliputi Desa Surodadi, Sidogemah, Tugu, Gemulak, Sriwulan, Purwosari, Bendono, Timbul Sloko, Sayung, Loireng, Tambakroto, dan Kalisari Kecamatan Sayung dengan tinggi air rata-rata 10 cm sampai 110.

Selanjutnya, Desa Tambak Bulusan dan Desa Wonoagung (Kecamatan Karangtengah).

Kemudian, Desa Morgolinduk, Morodemak dan Purworejo (Kecamatan Bonang), Desa Wedung, Kedung Mutih dan Desa Babalan (Kecamatan Wedung).

Kabupaten Kebumen meliputi Desa Pasir, Karangduwur, Argopeni, dan Desa Ayah (Kecamatan Ayah), Desa Tambak Mulyo (Kecamatan Puring), Desa Karangrejo, Karanggadung, Tegalretno (Kecamatan Pertanahan), dan Desa Setrojenar (Kecamatan Bulus Pesantren). Tinggi air 2,5 hingga 6 meter.

Kemudian Kabupaten Pekalongan meliputi tiga kecamatan dan 12 desa dengan tinggi air mulai 40 cm sampai 100 cm. Selanjutnya, Kabupaten Pemalang satu Kecamatan dan tiga desa dengan rata-rata tinggi air 20 cm.

Selanjutnya, Kabupaten Brebes meliputi tujuh desa dari empat kecamatan yang ada dengan rata-rata tinggi air 30 cm sampai 100 cm serta 2054 orang mengungsi. Kabupaten Tegal meliputi Desa Dampyak, Kecamatan Kramat dengan rata-rata tinggi air 80 cm dan 40 orang mengungsi.

Selanjutnya, Kabupaten Kendal meliputi empat desa dari tiga kecamatan yang ada, dengan rata-rata tinggi air 5 cm sampai 30 cm. Sementara itu, Pemkot Pekalongan menetapkan status tanggap darurat bencana rob rob.

Wali Kota Pekalongan Mochammad Saelany Machfudz mengemukakan, status tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari sejak 4 Juni hingga 17 Juni mendatang.

”Dengan status tanggap darurat bencana rob yang saya tandatangani pada 4 Juni, akan memudahkan penganggaran untuk langkah-langkah penanggulangan rob. Dana darurat bisa digunakan,” paparnya kepada wartawan di Gedung Setda Kota Pekalongan, kemarin.


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *