1,5 Ton Beras dari PTPN VIII untuk Warga Kabupaten Bandung Terdampak Covid-19

oleh -14 views

PIKIRAN RAKYAT – UNTUK membantu warga Kabupaten Bandung yang terdampak pandemi Covid-19, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII menyalurkan 1,5 ton beras.

Bantuan diserahkan General Manager (GM) PTPN VIII, Undang dan SE VP Operation dua, Dian Hadiana Arief, kepada Bupati Bandung, Dadang M. Nasser di rumah jabatan Bupati Komplek Pemkab Bandung, Jumat 5 Juni 2020.

“Bantuan ini merupakan tahap dua yang diberikan kepada warga Kabupaten Bandung yang terdampak pandemi Covid-19,” kata Undang melalui komunikasi perusahaan PTPN VIII, Reza.

Baca Juga: Beberapa Orang Dalam Satu Keluarga Meninggal di Surabaya, Penyebabnya Covid-19 Belum Bisa Dipastikan

Beras  1,5 ton tersebut dalam bentuk siap disalurkan, karena sudah dikemas 5 kg. “Sebelumnya kami juga menyalurkan bantuan untuk para pedagang dan warga di sekitar Pasar Pangalengan dan Pasar Ciwidey berupa wastafel dan 2.000 masker,” ujarnya.

Mengenai pembukaan objek-objek wisata yang dikelola PTPN VIII yang berada di Kabupaten Bandung, Reza menyatakan, masih menunggu surat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca Juga: Tak Miliki Surat Bebas Covid-19, Pengunjung Tidak Bisa Masuk Objek Wisata di Pangandaran

“Rencananya memang objek-objek wisata di bawah PTPN VIII akan dibuka pada 15 Juni mendatang. Namun kami masih terus menunggu perkembangan terakhir, termasuk keputusan dari kementerian terkait,” ujarnya.

Di wilayah Kabupaten Bandung terdapat beberapa objek wisata yang dikelola anak perusahaan PTPN VIII, yakni pemandian air panas Walini, Glamping, dan Rumah Boscha Malabar Pangalengan.

Baca Juga: Wagub Jateng Wajibkan Santri Cek Kesehatan dan Karantina saat Kembali ke Wilayahnya

“Untuk sementara kami terus bersiap menyambut rencana pembukaan objek wisata ini agar nantinya siap menerima kunjungan wisatawan,” katanya.

Dadang Nasser mengucapkan terima kasih atas bantuan dari dana CSR PTPN VIII untuk warga Kabupaten Bandung. “Banyak perkebunan teh maupun objek wisata yang dikelola PTPN VIII, sehingga sudah seharusnya pihak perkebunan peduli akan nasib warga Kabupaten Bandung,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, A. Tisna Umaran. ***



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *