Pemerintah Sosialisasikan Pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.

oleh -11.190 views

PEMERINTAH mulai mensosialisasikan rencana pembangunan jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap yang melibatkan Tim Amdal (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan), PT. Jasa Marga, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran Muspika di lima kecamatan, sejumlah kepala desa, tokoh masyarakat dan pihak lainnya.

Kelima kecamatan itu, yakni Kecamatan Cikancung, Paseh, Solokanjeruk, Rancaekek dan Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung. Sosialisasi rencana pembangunan jalan tol sepanjang 206 km itu melalui tayangan virtual, mengingat dalam kondisi pandemi Covid-19.

Dalam sosialisasi itu lebih pada menginformasikan terkait dengan Amdal, selain rencana pembebasan lahan yang diagendakan pada tahun 2020 ini hingga 2022 mendatang. Pelaksanaan pembangunan (konstruksi) jalan diwacanakan pada 2022-2024.

Ketua Tim Penyusun Amdal Pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, Lutfy Handinata mengatakan, pembangunan akses jalan untuk transfortasi sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Pembangunan jalan tol untuk meningkatkan ekonomi di wilayah. Pembangunan jalan ini tersebar di beberapa wilayah,” kata Lutfy dalam penuturannya melalui pantauan virtual di Aula Muspika Cikancung, Kamis (11/6/2020).

Menurutnya, sosialisasi pembangunan jalan tol itu diprakarsai oleh PT. Jasa Marga. Dalam pelaksanaan sosialisasi itu, masyarakat harus mendapatkan informasi rencana usaha dan kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan. Masyarakat dapat menyampaikan saran.

Ia mengatakan, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tol, paling banyak lahan kosong dan pertanian. Dalam pelaksanaan pembangunan jalan tol itu ada proses pelepasan hak atau ganti untung dari kepemilikan lahan.

“Dalam pembangunan jalan tol, ada penetapan trase, survai lapangan dan pengadaan lahan,” katanya.

Lutfy pun mengungkapkan dalam pelaksanaan pembangunan jalan tol itu memerhatikan kawasan rawan banjir yang menjadi kekhawatiran masyarakat.

“Pembuatan embung sudah menjadi pembahasan. Diharapkan dalam pembangunan tol tak menimbulkan banjir meluas, dan mudah-mudahan dapat menanggulangi banjir. Kami pun akan secara detail mengumpulkan data dan survei lapangan, selain solusinya,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan pihaknya akan terus menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah pihak, terkait dengan trase jalan yang melintasi trase jalan dikampung maupun desa.

“Trase jalan sempat ada perubahan. Mudah-mudahan ini rencana terakhir dan tidak ada perubahan trase lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Cikancung Maksum mengatakan, belum tahu persis trase pembangunan jalan tol yang melintasi Kecamatan Cikancung tersebut. “Kami masih menunggu informasi lanjutan, karena ini akan terus bergulir dan sekarang baru tahap awal sosialisasi kepada masyarakat,” kata Maksum.

Ia mengatakan, sosialisasi ini berkaitan dengan Amdal, karena dalam pembangunan jalan tol itu berdampak pada sarana sosial, jalan, sungai dan lahan milik masyarakat.
“Yang jelas kami dari pemerintahan kecamatan mendukung program pembangunan jalan tol itu,” kata Maksum.

Tahap awal sosial itu, imbuh Maksum, nantinya ada pendataan secara detail dalam upaya pembebasan lahan dengan melibatkan tim aprisial.

“Saya juga sampai saat ini masih bingung trasenya melewati mana. Trase jalannya secara pribadi belum tahu. Masih menunggu informasi untuk pengumpulan informasi atau data pembangunan jalan tersebut,” ucapnya.

Ia berharap dengan adanya sosialisasi rencana pembangunan jalan tol jalur selatan Jawa Barat itu hingga tembus Cilacap itu, dapat memberikan pencerahan bagi masyarakat. Ia pun masih mengumpulkan informasi baik peta atau trase pembangunan jalan tol tersebut. Karena sampai saat ini, ia masih sulit mencermati trase jalan yang akan dilalui.

“Kami ingin ada penjelasan terkait dengan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan. Supaya bisa mensosialisasikannya kepada masyarakat. Hal ini untuk antisipasi kelancaran dalam pembangunan jalan. Dengan harapan bisa mensukseskan program pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kecamatan Cikancung H. Ceceng Suparman mengatakan, rencana pembangunan jalan tol itu sudah beberapa kali terjadi perubahan trase jalan.

“Mudah-mudahan data atau peta tadi segera disosialisasikan supaya kami bisa sosialisasi kepada masyarakat,” harap Ceceng.

Kepala Desa ukamanah Dede Rahim mempertanyakan kapan dilaksanakannya pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol itu. Ia juga mempertanyakan harga lahan sawah, selain rumah permanen dan semi permanen yang terkena pembebasan lahan.

“Desa kami ada dua RT kena tol. Kapan dibayarnya, kapan mau dibayar dan berapa per meter. Supaya kami bisa menjelaskan kepada masyarakat,” pungkasnya.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *